MIMIKA DARURAT KRIMINALITAS! Gelombang Begal dan Pembunuhan Guncang Timika, Polisi Gandeng Warga Perkuat Benteng Keamanan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

MIMIKA DARURAT KRIMINALITAS! Gelombang Begal dan Pembunuhan Guncang Timika, Polisi Gandeng Warga Perkuat Benteng Keamanan

MIMIKA DARURAT KRIMINALITAS! Gelombang Begal dan Pembunuhan Guncang Timika, Polisi Gandeng Warga Perkuat Benteng Keamanan

Timika, Papua Tengah Tribunnusantara-web.id  – Kabupaten Mimika tengah menghadapi ujian serius di bidang keamanan. Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, rentetan aksi kriminal mulai dari pembegalan, pencurian dengan kekerasan hingga kasus pembunuhan terjadi di sejumlah titik, termasuk di kawasan yang berdekatan dengan pusat Kota Timika. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai situasi keamanan di daerah tersebut.

Gelombang kriminalitas tersebut tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa serta meninggalkan trauma bagi masyarakat. Rasa aman yang selama ini menjadi harapan warga kini mulai terusik, sehingga menuntut respons cepat dan langkah nyata dari aparat penegak hukum.30/07/2026

Merespons situasi tersebut, Polres Mimika di bawah komando AKBP Alredo Agustinus Rumbiak bergerak memperketat pengamanan dengan meningkatkan patroli malam, memperkuat pengawasan di wilayah rawan, serta membentuk tim khusus untuk mempercepat pengungkapan berbagai kasus kriminal yang menjadi perhatian publik.

Kapolres Mimika juga turun langsung ke lapangan menemui warga, berdialog dengan tokoh masyarakat, dan menyerap berbagai aspirasi terkait upaya pencegahan tindak kriminal. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran warga, sejumlah tokoh masyarakat lintas suku dan paguyuban menyatakan dukungan terhadap langkah kepolisian.

Tokoh masyarakat Maluku sekaligus purnawirawan Polri, Saleh Alhamid, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja secara profesional.

  "Pengungkapan kasus kriminal, apalagi yang minim saksi dan barang bukti, membutuhkan waktu, ketelitian, dan dukungan masyarakat. Mari kita percayakan proses hukum kepada kepolisian serta bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Amungme, Aleks Tsenawatme, mengapresiasi langkah cepat Kapolres Mimika yang aktif turun ke lapangan. Ia juga mengusulkan pembangunan pos keamanan permanen di kawasan Jalan Amungsa yang dinilai sebagai salah satu titik rawan kriminalitas.

Dukungan serupa disampaikan Ketua RT 18 Kelurahan Timika Jaya, Oto Sosohan. Menurutnya, kehadiran Kapolres di tengah masyarakat memberi semangat bagi warga untuk ikut menjaga keamanan lingkungan.

Sebagai bentuk partisipasi nyata, warga telah membangun pos keamanan lingkungan secara swadaya dan membentuk sembilan kelompok ronda malam guna memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat.

Tokoh masyarakat Madura, Nasir, juga mendorong agar seluruh paguyuban di Mimika dilibatkan secara aktif dalam menjaga keamanan sehingga tercipta sinergi antara masyarakat dan aparat.

Di sisi lain, Sekretaris Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika, Silvester Yamco, meminta kepolisian menindak tegas penggunaan knalpot brong yang dinilai sering memicu keresahan dan mengganggu ketertiban umum.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Mimika menegaskan bahwa Polres Mimika akan terus meningkatkan patroli, memperkuat pengamanan di titik-titik rawan, serta membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, paguyuban, dan seluruh lapisan masyarakat.

Meningkatnya angka kriminalitas dalam beberapa pekan terakhir menjadi peringatan bahwa menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai kejahatan serta mengembalikan rasa aman bagi seluruh warga Mimika.

Penulis: Gunawan F