MIMIKA DARURAT NARKOBA? DPRK DESAK TES URINE MASSAL: POLISI, PEJABAT HINGGA WAKIL RAKYAT HARUS DIPERIKSA!
MIMIKA DARURAT NARKOBA? DPRK DESAK TES URINE MASSAL: POLISI, PEJABAT HINGGA WAKIL RAKYAT HARUS DIPERIKSA!
Mimika Tribunnusantara-web.id – Peredaran narkoba di Kabupaten Mimika dinilai sudah berada pada level yang mengkhawatirkan. Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Perindo, Hj. Rapeani R (RR), mendesak aparat penegak hukum dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah luar biasa, termasuk melakukan tes urine secara menyeluruh terhadap anggota Polri, pejabat pemerintah, wakil rakyat, hingga kalangan pelajar.
Desakan itu muncul menyusul pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu senilai Rp2,7 miliar yang dilakukan aparat penegak hukum. Menurut RR, angka tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkoba di Mimika bukan lagi kasus biasa, melainkan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda di Bumi Amungsa.
"Kalau dulu yang dimusnahkan nilainya puluhan juta atau ratusan juta rupiah, sekarang sudah mencapai miliaran rupiah. Ini bukan lagi lampu kuning, tapi lampu merah. Mimika sedang menghadapi ancaman serius narkoba," tegas RR.09/06/2026
Ia menyoroti semakin maraknya peredaran sabu dan narkotika lainnya yang seolah tidak terbendung. Di tengah meningkatnya kasus narkoba, RR mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan dan deteksi dini yang menjadi tugas aparat terkait.
"Pertanyaannya sederhana, barang haram ini masuk lewat mana? Apakah melalui bandara, pelabuhan, atau jalur lainnya? Mengapa bisa lolos terus? Jika narkoba terus masuk tanpa hambatan, publik berhak curiga ada kelemahan serius dalam pengawasan, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang membekingi jaringan tersebut," ujarnya.
Menurut RR, fungsi intelijen, pengawasan, dan penegakan hukum harus diperkuat secara maksimal. Sebab, masuknya narkoba dalam jumlah besar secara berulang tidak mungkin terjadi tanpa adanya celah yang dimanfaatkan jaringan pengedar.
Politisi Perindo itu mengaku banyak menerima keluhan masyarakat yang resah melihat semakin terbukanya peredaran narkoba di Mimika. Warga, kata dia, mempertanyakan keseriusan semua pihak dalam memberantas barang haram yang kian mengancam lingkungan sosial dan masa depan anak-anak Papua.
Karena itu, RR meminta Kapolres Mimika segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melaksanakan tes urine secara terbuka dan berkala terhadap seluruh jajaran Polres Mimika, aparatur pemerintah daerah, anggota DPRK, hingga lembaga-lembaga terkait.
"Jangan ada yang kebal hukum. Jika kita benar-benar ingin membersihkan Mimika dari narkoba, maka perang terhadap narkoba harus dimulai dari dalam. Semua harus diperiksa tanpa pandang bulu. Jangan ada dusta di antara kita. Kalau negeri ini ingin bersih, maka integritas harus dibuktikan, bukan hanya diucapkan," tandasnya.
RR menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan kurir dan pengedar kecil semata. Aparat harus berani membongkar jaringan pemasok, bandar besar, serta siapa pun yang diduga terlibat melindungi jalur masuk narkoba ke Mimika.
"Jangan hanya menangkap pemain lapangan. Bongkar aktor intelektualnya, putus mata rantainya, dan usut sampai ke akar-akarnya. Masa depan generasi Mimika terlalu mahal untuk dikorbankan oleh bisnis haram narkoba," pungkasnya.
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook