MIRU BERGEMA: Jumat Bersih Kembali Digaungkan, Distrik Mimika Baru Dorong Gerakan Kolektif Jaga Lingkungan
MIRU BERGEMA: Jumat Bersih Kembali Digaungkan, Distrik Mimika Baru Dorong Gerakan Kolektif Jaga Lingkungan
MIMIKA Tribunnusantara-web.id — Persoalan kebersihan lingkungan tidak akan pernah selesai jika hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan. Kesadaran warga, kepedulian pelaku usaha, serta keterlibatan RT/RW hingga kelurahan dan kampung menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman dan nyaman.
Semangat itulah yang kembali digaungkan melalui Gerakan Jumat Bersih – MIRU BERGEMA di wilayah Distrik Mimika Baru.
Gerakan tersebut mendorong seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar menunggu petugas membersihkan lingkungan, tetapi mengambil bagian secara langsung dalam menjaga ruang tempat tinggal dan fasilitas umum.
Kelurahan, kampung, RT/RW, pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemuda hingga masyarakat umum diajak bergerak bersama membersihkan wilayah masing-masing.3/9/26
Kebersihan Jangan Berhenti pada Imbauan
Gerakan Jumat Bersih diharapkan tidak menjadi kegiatan sesaat yang ramai pada satu hari, kemudian kembali pada kebiasaan lama.
Pesan utama MIRU BERGEMA adalah membangun kebiasaan dan tanggung jawab kolektif.
Sebab, lingkungan yang bersih membutuhkan konsistensi. Sampah yang dibuang sembarangan, saluran air yang tersumbat dan fasilitas umum yang tidak terawat pada akhirnya akan kembali berdampak kepada masyarakat sendiri.
Karena itu, keterlibatan warga menjadi sangat penting.
“Semua bergerak, semua bertanggung jawab.”
Semangat tersebut menjadi fondasi gerakan Jumat Bersih agar kebersihan tidak hanya menjadi program pemerintah, melainkan tumbuh sebagai budaya masyarakat.
Rumah, Jalan dan Drainase Menjadi Sasaran
Dalam pelaksanaannya, warga didorong membersihkan halaman rumah, jalan lingkungan, lorong, fasilitas umum, saluran drainase serta sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penumpukan sampah.
Sampah yang telah dikumpulkan juga diharapkan ditempatkan secara tertib sehingga memudahkan proses pengangkutan oleh petugas.
Perhatian terhadap saluran air menjadi salah satu bagian penting. Drainase yang dipenuhi sampah dapat menghambat aliran air dan meningkatkan potensi munculnya genangan ketika hujan.
Artinya, membersihkan lingkungan bukan semata-mata persoalan estetika. Kebersihan juga berkaitan dengan kenyamanan, kesehatan masyarakat dan kondisi lingkungan permukiman.
Pelaku Usaha Jangan Hanya Menjadi Penonton
Gerakan ini juga menyasar pelaku usaha yang beraktivitas di wilayah Mimika Baru.
Pelaku usaha diharapkan ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan area usaha maupun lingkungan di sekitarnya.
Keterlibatan dunia usaha penting karena aktivitas ekonomi juga menghasilkan konsekuensi terhadap lingkungan. Karena itu, kepedulian terhadap kebersihan seharusnya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial setiap pelaku usaha.
Dengan demikian, ruang publik tidak hanya dibebankan kepada pemerintah untuk dirawat, tetapi menjadi ruang bersama yang dijaga bersama.
Gotong Royong Harus Kembali Menjadi Kekuatan
MIRU BERGEMA sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi kekuatan sosial masyarakat.
Ketika warga, RT/RW, kelurahan, kampung, pelaku usaha dan pemerintah bergerak dalam satu arah, persoalan kebersihan dapat ditangani lebih cepat dan berkelanjutan.
Namun sebaliknya, jika kepedulian hanya muncul dari sebagian kecil warga, maka lingkungan bersih akan sulit dipertahankan.
Karena itu, keberhasilan Jumat Bersih tidak seharusnya diukur dari berapa banyak orang yang hadir dalam satu kegiatan, tetapi dari seberapa kuat kebiasaan menjaga kebersihan terus hidup setelah kegiatan selesai.
MIRU BERGEMA, Jangan Hanya Menjadi Slogan
Gerakan Jumat Bersih membutuhkan aksi nyata.
Memungut sampah, membersihkan halaman, membersihkan saluran air, menjaga fasilitas umum, tidak membuang sampah sembarangan dan mengingatkan sesama warga merupakan tindakan sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar.
Mimika Baru membutuhkan gerakan yang tidak berhenti pada slogan, foto kegiatan, atau seremoni sesaat.
Yang dibutuhkan adalah budaya bersih yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.
Melalui MIRU BERGEMA, pesan tersebut kembali ditegaskan: lingkungan yang bersih tidak lahir hanya karena pemerintah bekerja, tetapi karena masyarakat ikut mengambil tanggung jawab.
Jumat Bersih – MIRU BERGEMA.
Semua Bergerak, Semua Bertanggung Jawab.
Mimika Baru Bersih, Sehat, Aman dan Nyaman.
Penulis: MR








































Komentar via Facebook