Muscab Hanura Maluku Tenggara: Penjaringan Dibuka, Tapi Tiket Ketua DPC Tetap di Tangan DPP
Muscab Hanura Maluku Tenggara: Penjaringan Dibuka, Tapi Tiket Ketua DPC Tetap di Tangan DPP
Langgur Tribunnusantara-web.id – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hanura Kabupaten Maluku Tenggara mulai memanas. Sejumlah nama disebut-sebut siap bertarung memperebutkan kursi Ketua DPC, namun siapa pun yang mendaftar belum tentu bisa melenggang ke arena pemilihan.
Pasalnya, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) Partai Hanura, keputusan akhir bukan berada di tingkat cabang, melainkan di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Artinya, penjaringan yang dilakukan panitia hanyalah pintu awal menuju proses seleksi yang lebih ketat di tingkat pusat.30/05/2026
Plt Ketua DPC Hanura Maluku Tenggara, Soleman Layn, menegaskan seluruh tahapan Muscab berjalan sesuai aturan partai. Semua berkas bakal calon yang masuk akan diteruskan ke DPD sebelum dikirim ke DPP untuk dievaluasi dan mendapatkan rekomendasi.
“Silakan siapa saja yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Kami membuka ruang seluas-luasnya. Tetapi keputusan siapa yang berhak maju tetap menunggu rekomendasi DPP,” tegas Soleman.
Muscab kali ini juga menghadirkan perubahan signifikan. Ketentuan lama yang mewajibkan calon mengantongi dukungan minimal 30 persen pemilik hak suara resmi dihapus. Dengan demikian, peluang mendaftar kini lebih terbuka. Namun di sisi lain, seleksi di tingkat pusat menjadi faktor penentu utama.
Dengan kata lain, banyak yang bisa mendaftar, tetapi tidak semua akan mendapatkan tiket untuk bertarung.
“Dulu harus ada dukungan minimal 30 persen suara. Sekarang aturan itu sudah tidak berlaku lagi sesuai perubahan Peraturan Organisasi,” jelasnya.
Soleman menegaskan bahwa hasil penjaringan di tingkat cabang bukanlah penentuan pemenang. DPP memiliki kewenangan penuh untuk menilai kapasitas, loyalitas, rekam jejak, dan kesiapan para kandidat sebelum mengeluarkan rekomendasi.
Jika DPP merekomendasikan lebih dari satu nama, maka pertarungan akan berlangsung melalui mekanisme pemilihan dalam forum Muscab. Namun apabila hanya satu nama yang mendapatkan restu DPP, maka figur tersebut berpotensi melenggang mulus dan ditetapkan sebagai Ketua DPC melalui forum Muscab.
Kondisi ini menjadikan rekomendasi DPP sebagai "kunci emas" yang menentukan arah perebutan kursi Hanura Maluku Tenggara.
Di tengah dinamika politik yang mulai bergerak menjelang agenda-agenda besar ke depan, Muscab Hanura bukan sekadar pergantian pengurus. Forum ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan dan penentuan nahkoda baru yang akan memimpin mesin partai menghadapi pertarungan politik berikutnya.
Karena itu, pertarungan sesungguhnya bukan hanya terjadi di arena penjaringan, tetapi juga pada proses penilaian di tingkat pusat. Sebab pada akhirnya, siapa yang akan memimpin Hanura Maluku Tenggara ditentukan oleh satu hal yang paling menentukan: rekomendasi DPP.
(Redaksi Tribunnusantara)








































Komentar via Facebook