Muskablub KONI Mimika Dinilai Sarat Rekayasa, Aklamasi Tunggal Picu Pertanyaan Publik

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 28 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Muskablub KONI Mimika Dinilai Sarat Rekayasa, Aklamasi Tunggal Picu Pertanyaan Publik

Muskablub KONI Mimika Dinilai Sarat Rekayasa, Aklamasi Tunggal Picu Pertanyaan Publik

Mimika, Tribunnusantara-web.id Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mimika pada 25 April 2026 menuai sorotan dan pertanyaan dari sejumlah pihak.28/04/2026                     Proses yang berujung pada aklamasi tunggal itu dinilai sejak awal telah mengarah pada skenario yang sudah terbaca publik.

Rangkaian Muskablub dimulai pada pagi hari dengan pembukaan pendaftaran yang diklaim terbuka untuk umum.

Namun, pada tahap verifikasi siang hari, hanya satu calon yang dinyatakan memenuhi syarat, sehingga sejak awal tidak terjadi kompetisi dalam bursa pencalonan.

Pada sesi sore, forum yang dihadiri sekitar 20 peserta membahas jalannya proses pemilihan.                

Sejumlah peserta mempertanyakan minimnya kompetisi serta kemungkinan adanya calon lain yang tidak lolos atau tidak muncul dalam proses pencalonan.

Tanpa adanya penolakan signifikan, forum kemudian mengesahkan calon tunggal tersebut secara aklamasi yang didukung 14 klub peserta yang hadir. Proses ini kemudian dikukuhkan dalam forum resmi Muskablub.

Pada malam hari, panitia menggelar konferensi pers dengan menyatakan bahwa hasil tersebut merupakan bentuk “kemenangan demokrasi olahraga di Mimika”.

Namun demikian, di kalangan peserta dan pemerhati olahraga lokal, muncul sejumlah catatan kritis terhadap jalannya Muskablub tersebut.

Sejumlah pihak menilai proses tersebut telah mengarah pada pola aklamasi yang sudah dapat diperkirakan sejak awal.

Sedikitnya terdapat tiga dugaan yang berkembang di ruang publik terkait dominasi aklamasi dalam forum tersebut.

Pertama, adanya indikasi bahwa mekanisme aklamasi dipilih untuk menghindari potensi konflik internal, mengingat sebelumnya organisasi disebut baru saja berada dalam masa kepemimpinan caretaker selama kurang lebih tiga bulan.

Kedua, muncul dugaan bahwa minimnya kompetisi dapat berkaitan dengan upaya meredam potensi tarik-menarik kepentingan dalam pengelolaan dana hibah olahraga yang bersumber dari APBD, meski hal ini belum dapat dibuktikan secara terbuka.

Ketiga, terdapat pandangan bahwa penyelenggaraan Muskablub secara terbuka dengan banyak kandidat berpotensi memunculkan dinamika politik olahraga yang lebih luas di Mimika, sehingga jalur aklamasi dianggap sebagai jalan paling cepat untuk menyelesaikan agenda organisasi.

Hingga berita ini diturunkan, panitia pelaksana Muskablub belum memberikan penjelasan rinci terkait proses verifikasi calon maupun alasan hanya satu kandidat yang dinyatakan lolos.

Sejumlah kalangan mendorong agar ke depan proses pemilihan dalam tubuh KONI lebih transparan, akuntabel, dan memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi seluruh cabang olahraga, guna menghindari munculnya persepsi rekayasa dalam setiap agenda organisasi.

"Elang"