MUSORKABLUB KONI MIMIKA DIPROTES KERAS, PENGURUS LAYANGKAN ULTIMATUM: “TUNDA ATAU PICU KONFLIK TERBUKA”
MUSORKABLUB KONI MIMIKA DIPROTES KERAS, PENGURUS LAYANGKAN ULTIMATUM: “TUNDA ATAU PICU KONFLIK TERBUKA”
Mimika, Tribunnusantara-web.id Rencana pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (MUSORKABLUB) KONI Mimika menuai gelombang penolakan keras dari internal organisasi.01/05/2026 Sejumlah pengurus aktif masa bakti 2023–2027 secara terbuka melayangkan ultimatum agar agenda tersebut segera ditunda.
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat, Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah, serta Bupati Mimika selaku pembina olahraga daerah, para pengurus menilai pelaksanaan MUSORKABLUB saat ini sebagai langkah yang dipaksakan dan berisiko besar memicu perpecahan.
Mereka bahkan menegaskan bahwa jika agenda tersebut tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian persoalan mendasar, maka konflik terbuka di tubuh KONI Mimika tidak dapat dihindari.
“Ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat, ini sudah masuk fase krisis organisasi. Memaksakan MUSORKABLUB dalam situasi seperti ini sama saja dengan menyulut konflik,” demikian bunyi pernyataan dalam surat tersebut.
Para pengurus menyoroti kondisi internal KONI Mimika yang dinilai belum kondusif. Alih-alih menjadi forum rekonsiliasi, MUSORKABLUB justru dikhawatirkan memperdalam retak di internal organisasi dan berdampak luas pada cabang-cabang olahraga.
Selain itu, mereka juga mempertanyakan legitimasi dan dasar hukum pelaksanaan MUSORKABLUB, termasuk mekanisme penunjukan caretaker yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan berpotensi menyalahi aturan organisasi.
“Jika dipaksakan tanpa kepatuhan terhadap AD/ART, hasilnya berpotensi cacat hukum dan akan ditolak. Ini preseden buruk bagi tata kelola olahraga daerah,” lanjut pernyataan tersebut.
Dampak paling serius, menurut mereka, akan dirasakan oleh para atlet.
Ketidakstabilan kepengurusan dinilai akan mengganggu pembinaan, memutus program kerja, hingga merusak fokus atlet yang tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda kompetisi.
Sebagai bentuk tekanan, para pengurus menyampaikan tuntutan tegas kepada caretaker KONI Mimika untuk segera menghentikan langkah sepihak dan membuka ruang dialog yang transparan serta inklusif.
Mereka juga menyerukan agar seluruh proses organisasi dikembalikan ke jalur konstitusional sesuai aturan yang berlaku.
“Konsekuensinya jelas: tunda sekarang, atau hadapi konflik terbuka di tubuh KONI Mimika,” tegas mereka.
Surat terbuka ini menjadi sinyal kuat bahwa polemik internal KONI Mimika telah memasuki fase kritis. Jika tidak segera ditangani dengan bijak, konflik yang ada dikhawatirkan akan meluas dan berdampak pada masa depan olahraga di Mimika.
"Elang"








































Komentar via Facebook