Musyawarah PAC PDI-P Ambon: Konsolidasi Kekuatan Menuju Kembali Kuasai Pemerintahan
Ambon,Tribun-nusantara.web.id. DPC PDI Perjuangan Kota Ambon menggelar Musyawarah Anak Cabang (PAC) se-Kota Ambon di Hotel Pacific, Sabtu (9/5). Acara ini menjadi wadah pertemuan penting yang dihadiri sesepuh partai, pengurus DPC dan PAC, anggota fraksi, serta seluruh fungsionaris partai di tingkat provinsi maupun kota.
Ketua DPD PDI-P Maluku sekaligus Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur Wattubun, menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasar instruksi terpusat dari DPD yang dikeluarkan tiga hari sebelumnya. Ia menjelaskan acara ini bukan hanya untuk memenuhi amanat organisasi, melainkan momen berharga untuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan pemahaman politik kader. Pasca penetapan pengurus PAC, tugas utama akan dilanjutkan oleh DPC PDI-P Kota Ambon untuk membentuk kepengurusan di tingkat ranting dan anak ranting, serta memusatkan perhatian hingga ke tingkat kecamatan, desa, dan dusun.
“Prinsip kerja kita sederhana tapi tegas: hari ini kita berkumpul untuk bersatu, besok kita lakukan evaluasi secara timbal balik. Kader di bawah menilai kinerja pimpinan, dan pimpinan pun juga menilai kinerja kader. Ini momen kunci untuk menyatukan seluruh kekuatan partai,” ujar Benhur.
Dalam arahannya, Benhur menyampaikan bahwa perjuangan politik tak selalu dilakukan secara terbuka, ada juga strategi yang harus disusun dengan hati-hati. Meskipun saat ini partai tidak memegang kendali pemerintahan nasional, kebijakan seperti refokusing, pemotongan anggaran, hingga efisiensi tetap dijalankan berlandaskan semangat gotong royong. Ia menegaskan PDI-P tidak takut dengan kebijakan efisiensi, karena penilaian sebenarnya terletak pada rakyat sendiri—apakah kebijakan itu membawa kesejahteraan atau justru menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.
“Kita berkumpul untuk mencari pencerahan politik dan mengokohkan ideologi Pancasila sebagai panduan utama. Rakyat berhak menilai: apakah PDI-P berpihak pada wong cilik, atau justru mendukung kepentingan elit dan kekuasaan?” tegasnya.
Benhur juga menegaskan sikap politik partai: mendukung kebijakan pemerintah yang sejalan dengan haluan negara, namun berani mengkritik jika terjadi penyimpangan. Ia mengingatkan seluruh kader untuk sejalan dengan arahan Ketua DPC PDI-P Kota Ambon dan tidak terobsesi pada jabatan. Dalam musyawarah ini hanya akan ditetapkan 7 hingga 11 orang pemimpin PAC, namun seluruh aspirasi kader harus didengar dan disesuaikan dengan kebijakan pusat agar gerak partai tetap sejalan dari bawah hingga tingkat atas.
Perbedaan pendapat dalam forum diperbolehkan, namun harus berakhir dengan keputusan bersama melalui musyawarah dan mufakat tanpa pemungutan suara. Semangat gotong royong harus dijunjung tinggi dalam setiap langkah. Ia juga mengingatkan kader untuk tetap peka pada hal-hal kecil yang menyangkut nasib masyarakat—seperti kesejahteraan warga miskin dan bantuan bagi korban bencana—karena itulah tujuan utama perjuangan partai. Ia pun memberikan apresiasi kepada DPC PDI-P Kota Ambon yang telah bekerja cepat dalam mengonsolidasi partai dan menyusun program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Benhur menyoroti catatan sejarah politik Ambon yang selama dua periode terakhir belum melahirkan pemimpin dari PDI-P, padahal sebelumnya partai ini telah memimpin Kota Ambon selama tiga periode berturut-turut. Ia menegaskan bahwa hakikat politik adalah meraih kekuasaan untuk menyejahterakan dan melayani rakyat. Persatuan menjadi kunci utama, karena konflik internal dan fitnah hanya akan menghambat cita-cita partai untuk kembali memegang kendali pemerintahan.
Dari data yang disampaikan, lebih dari 500 kader telah mengikuti seleksi calon ketua PAC se-Maluku untuk bersaing memperebutkan 120 kursi kepemimpinan. Benhur menekankan agar mental kader ditempa sekuat baja. Siapa pun yang terpilih wajib dihormati dan didukung penuh, sementara segala perbedaan dan konflik internal harus diakhiri demi persatuan. “Musuh sesungguhnya ada di luar, bukan di dalam lingkaran partai kita,” ungkapnya.
Ia memberikan target yang jelas bagi Kota Ambon: merebut kembali kursi Ketua DPRD Kota, dan selanjutnya meraih jabatan Walikota Ambon. “Jangan sampai kita memiliki kekuatan besar dan semua mendukung partai, tapi kalah hanya karena terpecah belah,” ujarnya dengan tegas.
Sebagai penutup, Benhur mengingatkan kader untuk menghormati para senior dan sesepuh partai, karena keberadaan PDI-P saat ini adalah hasil perjuangan para pendahulu. Ia juga mengumumkan kegiatan mendatang yang akan dilaksanakan pada 16 Mei 2026, yaitu pembukaan serentak Liga Kampung. Kegiatan ini menjadi wadah bagi warga kampung untuk menyalurkan bakat olahraga, dan talenta terbaik akan dibina secara profesional hingga mampu mewakili Maluku dan Maluku Utara di ajang tingkat nasional melalui kerja sama dengan PSSI.
(H.R)








































Komentar via Facebook