NADI JKN: Solusi Menabung Bertahap Agar Perlindungan JKN Tak Terputus

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 05 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

NADI JKN: Solusi Menabung Bertahap Agar Perlindungan JKN Tak Terputus

Tribun-nusantara.web.id.  JAKARTA, 4 Agustus 2026 — Banyak peserta JKN sebenarnya berkeinginan membayar iuran, namun berat menyiapkan dana sekaligus saat jatuh tempo. Terutama pekerja mandiri dengan penghasilan tidak tetap. Menjawab kendala ini, BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Program NADI JKN — Menabung Demi Iuran JKN, terobosan pembayaran berkala agar perlindungan kesehatan tetap berjalan tanpa putus.

-Hampir Semua Terdaftar, Tapi 1 dari 5 Belum Aktif

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan data hingga 30 Juni 2026: cakupan kepesertaan JKN sudah mencapai 98,60% penduduk Indonesia, namun yang tetap aktif hanya 80,25%. Artinya, masih ada sekitar seperlima peserta yang perlindungannya terhenti, salah satunya karena kesulitan membayar iuran sekaligus.

“NADI JKN hadir agar peserta bisa menabung secara ringan dan terencana. Tujuannya jelas: menjaga agar perlindungan kesehatan tidak terputus,” tegasnya saat peluncuran program di Jakarta, Selasa (4/8).

-Dua Jalur, Jangkau Seluruh Kalangan

Program ini dirancang dengan dua skema agar mudah diakses siapa saja:

-Skema Digital–Kolektif

Peserta menabung harian atau mingguan lewat aplikasi mitra. Dana terkumpul akan dibayarkan sebagai iuran saat jatuh tempo. Mitra utama tahap awal adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, yang menyasar para pengemudi dan mitra pengemudi daring.

-Skema Konvensional–Perorangan

Melalui koperasi, BUMDes, dan lembaga masyarakat di desa. Saat ini sedang diuji coba di 5 kantor cabang: Jakarta Selatan, Pangkalpinang, Boyolali, Banyuwangi, dan Pare-Pare. Dana yang dikumpulkan lewat lembaga desa akan langsung dibayarkan untuk iuran JKN peserta.

Ke depan, BPJS Kesehatan berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak aplikasi dan wilayah, agar manfaatnya semakin merata.

-Dukungan Pemerintah Desa hingga Generasi Muda

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria memuji program ini. “Sangat relevan dengan kebutuhan warga desa. Kami dorong BUMDes dan koperasi desa menjadi mitra strategis BPJS Kesehatan, agar perlindungan kesehatan merata hingga ke pelosok,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden sekaligus Duta Kehormatan BPJS Kesehatan. Ia mengajak generasi muda, pekerja informal, dan pelaku UMKM ikut serta. “NADI JKN bukti keseriusan BPJS Kesehatan mendekatkan layanan. Menabung sedikit demi sedikit, perlindungan tetap berjalan tanpa beban bayar sekaligus,” tuturnya.

-Mitra GoTo: Ribuan Pengemudi Sudah Terlindungi

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melaporkan bahwa hingga saat ini 3.147 mitra pengemudi telah bergabung dan terlindungi beserta anggota keluarganya. “Pemotongan berkala memudahkan mereka menabung tanpa terasa berat, sehingga perlindungan kesehatan keluarga tetap terjamin,” jelas Dyan Shinto Eko Nugroho, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat GoTo.

Dengan adanya NADI JKN, diharapkan semakin banyak peserta yang mampu menjaga kepesertaan tetap aktif, sehingga perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia dapat berjalan berkelanjutan.

(H.R)