Negara Mulai “Sikat” Tata Kelola Tambang, Bahlil: Kekayaan Alam Harus Kembali untuk Rakyat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Negara Mulai “Sikat” Tata Kelola Tambang, Bahlil: Kekayaan Alam Harus Kembali untuk Rakyat

Jakarta, KabarsulselIndonesia.web.id | Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai menghadap Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mulai bergerak keras membenahi sektor energi dan pertambangan nasional.

Di tengah tekanan harga minyak dunia dan tingginya impor energi, pemerintah tidak lagi ingin kebocoran penerimaan negara terus terjadi di sektor tambang. Penataan besar-besaran disebut tengah dilakukan agar pengelolaan sumber daya alam lebih adil dan benar-benar memberi manfaat bagi negara serta rakyat.

“Negara tidak boleh kalah oleh permainan rente dan kepentingan segelintir kelompok,” menjadi pesan kuat dari arah kebijakan baru sektor energi nasional.

Pemerintah juga mulai mendorong penggunaan CNG sebagai alternatif LPG impor yang selama ini membebani devisa negara.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Bahlil menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak boleh hanya menjadi ladang keuntungan elite tertentu sementara rakyat sekadar menjadi penonton. Pemerintah, kata dia, ingin sektor energi dan pertambangan menjadi tulang punggung kekuatan ekonomi nasional.

Arah kebijakan kini makin jelas: tata kelola diperketat, kebocoran diburu, dan negara mulai mengambil kembali kendali penuh atas sumber daya alam Indonesia.
(*****)