Netanyahu: Operasi “Roaring Lion” Akan Terus Berlanjut, Israel Siap Hadapi Ancaman Iran dan Sekutunya

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Netanyahu: Operasi “Roaring Lion” Akan Terus Berlanjut, Israel Siap Hadapi Ancaman Iran dan Sekutunya

Israel, TribunNusantara.web.id | Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pesan kepada warga Israel mengenai perkembangan operasi militer yang disebut Roaring Lion. Dalam pernyataan tersebut, ia menegaskan bahwa Israel sedang menghadapi perjuangan yang menentukan bagi masa depan negaranya, sekaligus menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilanjutkan.

Netanyahu mengatakan bahwa satu minggu sejak operasi dimulai, militer Israel telah melakukan berbagai langkah strategis di sejumlah front konflik. Ia menyampaikan penghargaan kepada para pilot, kru darat, serta prajurit Israel yang terlibat dalam operasi militer, termasuk di wilayah Lebanon.

“Perang tidak hanya dimenangkan dengan strategi dan kemampuan militer, tetapi juga oleh tekad rakyat,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya kepada publik Israel.

Ia juga mengapresiasi warga Israel yang tetap mengikuti instruksi keamanan selama masa darurat, termasuk mematuhi arahan perlindungan sipil dan menjaga ketenangan di tempat perlindungan.

Menurut Netanyahu, situasi keamanan Israel berubah drastis sejak serangan besar pada 7 October Hamas Attack on Israel. Sejak saat itu, Israel melancarkan serangkaian operasi militer terhadap kelompok yang dianggap sebagai ancaman.

Di Jalur Gaza, militer Israel menargetkan jaringan kelompok Hamas. Di Lebanon, operasi dilakukan terhadap kelompok bersenjata Hezbollah yang disebut sebagai sekutu Iran. Sementara itu, Israel juga memantau situasi di Suriah serta aktivitas militer yang terkait dengan Iran.

Netanyahu menilai ancaman terbesar bagi Israel berasal dari pemerintah Iran yang menurutnya selama puluhan tahun menyerukan penghancuran Israel dan berupaya mengembangkan program nuklir serta sistem rudal balistik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas dukungan dan kerja sama antara United States dan Israel dalam menghadapi ancaman tersebut.

Menurut Netanyahu, selama minggu pertama operasi, Israel telah menargetkan sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan jaringan yang didukung Iran. Ia mengklaim langkah itu telah mengurangi kemampuan pihak lawan dalam mengancam Israel.

Operasi militer juga diarahkan kepada Hezbollah di Lebanon. Netanyahu menilai pemerintah Lebanon memiliki tanggung jawab untuk menegakkan perjanjian gencatan senjata dan melucuti kelompok bersenjata tersebut.

Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa konflik ini bukan ditujukan kepada rakyat Iran. Ia mengatakan bahwa Israel membedakan antara pemerintah Iran dan masyarakatnya.

“Kami berharap suatu hari nanti rakyat Israel dan Iran dapat hidup berdampingan dalam perdamaian,” katanya.

Netanyahu menutup pesannya dengan menyatakan bahwa perjuangan Israel masih akan berlangsung dan membutuhkan keteguhan dari seluruh warga negara.

“Bersama-sama kita akan tetap kuat, bersama-sama kita akan bertahan, dan dengan pertolongan Tuhan kita akan menjaga masa depan Negara Israel,” ujarnya.