Ngilngof dan Soinrat Harumkan Nama Maluku Tenggara di Tingkat Nasional

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ngilngof dan Soinrat Harumkan Nama Maluku Tenggara di Tingkat Nasional

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Sektor pariwisata berbasis desa di Kabupaten Maluku Tenggara kembali mencatatkan capaian membanggakan. Dua desa wisata unggulan, Ngilngof dan Soinrat, berhasil meraih penghargaan tingkat nasional melalui ajang bergengsi di bidang pariwisata.

Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata di Kepulauan Kei tidak semata bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, saat ini terdapat 21 desa wisata dengan klasifikasi beragam, yakni satu desa berstatus maju, 12 desa berkembang, dan delapan desa rintisan. Desa Wisata Ngilngof menjadi satu-satunya desa yang telah mencapai kategori maju.

Ngilngof sebelumnya meraih Juara I kategori desa wisata maju dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Penghargaan tersebut menempatkan Ngilngof sebagai salah satu contoh pengelolaan wisata berbasis komunitas yang dinilai berhasil, baik dari sisi daya tarik, fasilitas, maupun tata kelola kunjungan wisatawan.

Pada 2023, Ngilngof kembali mencatat prestasi dengan meraih Juara I Anugerah Pesona Indonesia untuk kategori Promosi Digital. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan desa tersebut memanfaatkan platform digital dalam memperkenalkan potensi wisata secara lebih luas.

Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menjadi indikator bahwa desa wisata di Maluku Tenggara mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus menjawab tantangan promosi pariwisata di era digital.

Sementara itu, Desa Wisata Soinrat juga meraih Juara II dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023. Prestasi itu ditopang oleh daya tarik unggulan berupa Air Terjun Ai Moun Ni Ohoi yang menjadi ikon wisata alam desa tersebut.

Selain potensi alam, aspek keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan fasilitas yang ramah wisatawan menjadi faktor pendukung penilaian Soinrat di tingkat nasional.

Prestasi kedua desa tersebut mempertegas posisi Maluku Tenggara sebagai daerah yang tidak hanya kaya destinasi wisata, tetapi juga memiliki modal sosial kuat dalam membangun pariwisata berbasis desa. Pemerintah daerah berharap capaian ini dapat mendorong penguatan ekonomi lokal sekaligus memperluas eksposur pariwisata Kepulauan Kei di tingkat nasional.