Nita Bin Umar: Perempuan Pengusaha Adalah Kunci Maluku Maju dan Indonesia Berdaulat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 06 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Nita Bin Umar: Perempuan Pengusaha Adalah Kunci Maluku Maju dan Indonesia Berdaulat

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi Maluku resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II di Hotel Grand Avira, Ambon, Kamis (6/8/2026).

Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPD LASQI Maluku Rohani Vanath, Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta, serta Ketua Umum DPP IWAPI Ir. Dyah Anita Prihapsari, M.BA.

Dalam sambutannya, Ketua DPD IWAPI Maluku, Nita Bin Umar, S.P., M.H., menegaskan bahwa tema yang diusung tahun ini, "IWAPI Berkarya, UMKM Jaya, Maluku Maju, Indonesia Berdaulat", bukan sekadar slogan. Tema ini merupakan komitmen konkret perempuan pengusaha untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah.

"IWAPI berkarya dengan mendorong perempuan pengusaha agar terus kreatif dan mampu menciptakan peluang baru. Kita ingin membangun UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," ujar Nita di hadapan  pengurus dan anggota IWAPI Maluku.

Nita juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Maluku serta seluruh mitra strategis atas sinergi yang terjalin erat selama ini. Kepercayaan tersebut menjadi energi utama bagi IWAPI Maluku untuk terus mendampingi pelaku usaha lokal.

Melalui momentum Rakerda II ini, IWAPI Maluku fokus pada tiga agenda utama:

Evaluasi Program: Menilai capaian dan efektivitas program kerja yang telah berjalan.

Langkah Terarah: Menyusun strategi baru yang adaptif dengan perkembangan pasar digital.

Pemberdayaan UMKM: Memperkuat kolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi perempuan pengusaha di Bumi Raja-Raja.

Nita optimistis, penguatan ekonomi yang bertumpu pada kreativitas dan kerja keras perempuan akan menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi Indonesia.

(H.R)