Nota Meledak di J&J Club Batam: Pelanggan Kaget, Manajemen Akui Ulah Karyawan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 30 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Nota Meledak di J&J Club Batam: Pelanggan Kaget, Manajemen Akui Ulah Karyawan

Batam, TribunNusantara.web.id |  Malam yang semula diisi dengan santai bersama teman berubah menjadi pengalaman tak menyenangkan bagi seorang pengunjung J&J Club & KTV di kawasan Windsor, Lubuk Baja, Kota Batam. Ia dikejutkan dengan nota tagihan yang melonjak hingga lebih dari enam juta rupiah, jauh dari pesanan sebenarnya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam, 27 Oktober 2025, ketika AI (inisial pelanggan) datang bersama enam rekannya ke J&J Club sekitar pukul 22.30. Mereka memesan dua botol Red Label dengan promo gratis satu senilai Rp1.950.000, serta satu paket bir Heineken seharga Rp450.000. Sekitar pukul 02.30 dini hari, mereka menambah satu paket Red Label disertai kentang dan kacang goreng seharga Rp850.000.

Masalah muncul ketika AI hendak membayar tagihan pada pukul 03.30. Setelah meminta nota kepada pelayan bernama IV, ia terkejut melihat jumlah total tagihan mencapai Rp6.117.000.

“Saya langsung kroscek. Kok bisa sampai enam juta lebih, padahal yang dipesan tidak sebanyak itu,” ujar AI kepada wartawan.

Ketika dibawa ke ruang kasir, AI menemukan sejumlah item yang tak pernah ia pesan masuk dalam daftar tagihan—di antaranya 17 bungkus rokok dengan harga Rp100.000 per bungkus dan 18 kaleng minuman bersoda seharga Rp85.000 per kaleng.

AI mengaku hanya mengetahui temannya memesan lima bungkus rokok, sementara dari paket minuman seharusnya sudah termasuk enam kaleng minuman bersoda.

Merasa dirugikan, AI sempat hanya membayar separuh tagihan, yakni Rp3,1 juta melalui transfer bank, dan berencana membicarakan sisanya keesokan hari. Namun kegelisahan membuatnya melapor ke Polsek Lubuk Baja pada Jumat pagi, pukul 02.30.

Beberapa jam kemudian, pada malam harinya, AI bertemu manajer J&J Club di kawasan Windsor Food Court. Dalam pertemuan itu, manajemen mengakui adanya kesalahan oleh karyawan yang diduga menambahkan pesanan tanpa sepengetahuan pelanggan.

“Manajer meminta maaf dan mengakui ada staf yang mengambil rokok tanpa izin dan memasukkannya ke dalam nota saya,” kata AI.

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan internal tempat hiburan malam terhadap praktik manipulasi tagihan yang kerap merugikan pelanggan.

Meski persoalan tersebut disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan, AI berharap pihak berwenang tetap menindak tegas praktik curang di sektor hiburan malam.

“Ini bukan soal uang semata, tapi soal kejujuran dalam pelayanan publik. Kalau dibiarkan, banyak orang bisa jadi korban berikutnya,” tegasnya.