OJK Dorong Budaya Menabung Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

OJK Dorong Budaya Menabung Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Ambon,Tribun-nusantara.web.id. BEKASI,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat budaya menabung serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat — khususnya generasi muda — demi membangun kemandirian finansial dan kesejahteraan bersama. Rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 digelar di seluruh Indonesia dengan tema: "Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan."

Puncak peringatan HIM dan BLK 2026 berlangsung di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jumat (28/8/2026), dihadiri lebih dari 1.100 peserta — pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan

-Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi

-Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi & Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono

-Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba?

-Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso

-Dirjen Stabilitas & Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Herman Saheruddin

-Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath

-Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, serta para kepala daerah dan pimpinan industri jasa keuangan lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan capaian nasional: tingkat literasi keuangan mencapai 69,57% dan inklusi keuangan 93,61%. Meski melampaui target, segmen pelajar dan mahasiswa masih di bawah rata-rata nasional sehingga perlu penguatan kolaborasi seluruh pihak.

"Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan. Jangan menunggu uang banyak dulu — justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Biasakan menabung sejak dini," tegas Friderica.

Sementara itu, Kepala Eksekutif OJK Dicky Kartikoyono menekankan, menabung bukan sekadar soal uang, melainkan pembentukan karakter: disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan terhindar dari kebiasaan FOMO/FOPO di era ekonomi digital.

"Menabung itu menyisihkan uang, bukan menyisakan uang. Kebiasaan ini membentuk pribadi yang mampu merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional."

Melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), sejak September 2025–Juni 2026 telah dibuka 679.000 rekening pelajar baru, serta dilaksanakan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122.000 sekolah. Edukasi keuangan juga menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota.

Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) sepanjang 2026 telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi menjangkau 12,2 juta peserta, ditambah 18.308 kegiatan langsung (3,2 juta peserta) dan 22.797 kegiatan digital (167,8 juta peserta). Program OJK PEDULI telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan.

Sebagai puncak acara, OJK memberikan KEJAR Award dan Financial Literacy Award kepada pihak-pihak yang paling aktif mendukung literasi dan inklusi keuangan. Beberapa pemenang utama:

Financial Literacy Award

-Pemerintah Daerah Terbaik —Tingkat Kota: Pemerintah Kota Ambon

-Tingkat Provinsi: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

-Tingkat Kabupaten: Pemerintah Kabupaten Malang

-PUJK Terbaik: BRI, BCA, Prudential, BSI

-Regional Nusa Tenggara–Maluku–Papua:Provinsi Maluku

-BPR Terbaik Wilayah NTT–Maluku–Papua: PT BPR Modern Express (Provinsi Maluku)

-Bank BPD Wilayah NTT–Maluku–Papua: PT Bank NTB Syariah

-Kota Terbaik Wilayah NTT–Maluku–Papua: Kabupaten Raja Ampat

OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda, diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, daerah, dan satuan pendidikan akan terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju target inklusi keuangan nasional 98% pada tahun 2045.

(H.R)