Optimalkan Digitalisasi, Diskominfo dan BI Sinergi Genjot UMKM serta Pariwisata

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 09 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Optimalkan Digitalisasi, Diskominfo dan BI Sinergi Genjot UMKM serta Pariwisata

AMBON,Tribun-nusantara.web.id. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan bahwa transformasi digital adalah kunci utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus penguatan tidak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada sektor riil seperti UMKM dan pariwisata.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Coffee Morning bertema “BAGARA (Bahas Gagasan dan Rencana Aksi)” bersama perwakilan Bank Indonesia di Ambon, Rabu (8/4/2026).

Data Digital Sebagai Dasar Kebijakan

Ronald menjelaskan, kemajuan ekonomi digital harus didasarkan pada data yang akurat, termasuk indeks penggunaan smart payment dan e-commerce. Data ini sangat vital sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Ketika data tersedia dengan baik, ini akan sangat memudahkan kita dalam menyusun perencanaan dan mengkomunikasikan kebijakan agar ekonomi digital bisa bergerak lebih masif,” ujarnya.

Menurut catatan yang ada, indeks digitalisasi di Kota Ambon menunjukkan tren yang sangat positif. Indeks smart city mengalami kenaikan signifikan dari 2,87 pada tahun 2023 menjadi 3,1 pada tahun 2024, dan diproyeksikan akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Pihaknya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya angka di atas kertas, melainkan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Ambon saat ini masih dalam tren positif. Hal ini terbukti berdampak nyata pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas Ronald.

Kondisi ini juga turut andil dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon yang saat ini sudah berada di kisaran 80 persen, menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.

Dalam upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, Ronald menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis digital. Pemerintah juga terus berupaya menyediakan ruang-ruang publik dan pusat ekonomi kreatif yang mendukung aktivitas masyarakat.

Salah satu catatan penting yang disampaikan adalah soal keberlanjutan UMKM. Bantuan modal dinilai tidak cukup jika tidak dibarengi pembinaan.

“Bantuan harus disertai pendampingan yang tepat sasaran. Jangan sampai dana yang diberikan justru dipakai untuk hal konsumtif, tapi harus benar-benar membuat usaha mereka berkembang dan bertahan lama,” tegasnya.

Ia pun mendorong sinergi yang lebih erat dengan Bank Indonesia untuk melakukan edukasi langsung ke lapangan, khususnya terkait penggunaan sistem pembayaran non-tunai dan marketplace bagi pelaku usaha yang belum tersentuh teknologi.

Di sisi lain, pengembangan wisata bahari yang menjadi andalan Ambon juga terus didorong. Namun, Ronald mengakui masih ada tantangan serius yang harus diselesaikan, salah satunya adalah masalah pengelolaan sampah yang harus ditindaklanjuti dengan serius.

Melalui kolaborasi dan sinergi antar instansi, Pemerintah Kota Ambon optimis bahwa pertumbuhan ekonomi digital dan sektor riil bisa berjalan beriringan demi kesejahteraan bersama.

(H.R)