Ormas Setya Kita Pancasila dalam Bingkai NKRI
Oleh : (Gerry Ubra,S.Pd,Gr)
Ketua DPD SKP Kota Tual
Opini : TribunNusantara.web.id | Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya akan keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekuatan, tetapi di sisi lain dapat pula menjadi sumber perpecahan apabila tidak dikelola dengan baik. Sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa telah menyadari bahwa diperlukan suatu landasan ideologis yang mampu mengikat semua perbedaan dalam satu kesatuan. Maka lahirlah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa. Pancasila bukan hanya teks yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, tetapi juga pedoman dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam perjalanan sejarah, berbagai dinamika politik, sosial, dan budaya sering kali menggoyahkan keberlangsungan ideologi Pancasila. Arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta menguatnya paham-paham transnasional menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dalam konteks inilah peran organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi penting. Salah satunya adalah Ormas Setya Kita Pancasila, yang hadir dengan semangat menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Ormas sebagai Penjaga Ideologi Bangsa
Organisasi kemasyarakatan di Indonesia memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat, terutama pada level akar rumput. Mereka menjadi jembatan antara masyarakat dengan negara, serta wadah aktualisasi diri dalam kegiatan sosial, budaya, maupun politik. Ormas tidak hanya bergerak di ranah praktis, tetapi juga dapat menjadi agen ideologi yang menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Ormas Setya Kita Pancasila, sebagaimana namanya, meneguhkan diri untuk setia pada Pancasila sebagai ideologi bangsa. Ormas ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari krisis moral, intoleransi, hingga melemahnya rasa persatuan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, ormas ini berupaya mencetak generasi yang berkarakter, berjiwa nasionalis, dan mampu menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
Pancasila sebagai Perekat NKRI
NKRI adalah bentuk final dari cita-cita persatuan bangsa. Tanpa Pancasila, sulit membayangkan Indonesia tetap utuh dengan keragaman yang begitu kompleks. Pancasila menjadi titik temu yang menyatukan semua perbedaan. Lima sila yang terkandung di dalamnya merupakan kompas moral yang jika dihayati dengan sungguh-sungguh dapat menjawab berbagai persoalan bangsa.
Setya Kita Pancasila memahami bahwa menjaga NKRI berarti menjaga Pancasila agar tetap hidup dalam praktik sehari-hari. Melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, ormas ini berusaha menanamkan kembali kesadaran bahwa Pancasila bukan sekadar jargon, melainkan identitas bangsa yang harus dipertahankan. Misalnya, melalui seminar kebangsaan, pelatihan kepemudaan, hingga kegiatan bakti sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama dan budaya, mereka berusaha menghidupkan nilai gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial.
Relevansi di Era Globalisasi
Era globalisasi dan revolusi industri 4.0 menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, perkembangan teknologi membuka akses informasi yang luas, mempercepat arus komunikasi, dan memberi ruang bagi demokratisasi. Namun di sisi lain, hal ini juga menimbulkan gejala disinformasi, polarisasi sosial, bahkan ancaman radikalisme yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Di tengah situasi tersebut, Ormas Setya Kita Pancasila memiliki peran yang sangat relevan. Ormas ini dapat menjadi agen literasi digital kebangsaan, yakni dengan mengajarkan masyarakat, khususnya generasi muda, bagaimana menggunakan media sosial secara sehat, produktif, dan sesuai dengan nilai Pancasila. Dengan pendekatan yang adaptif, ormas ini mampu mengimbangi derasnya arus informasi global dengan filter ideologis yang kuat.
Tantangan yang Dihadapi
Tidak dapat dipungkiri, Setya Kita Pancasila juga menghadapi berbagai tantangan. Pertama, tantangan konsistensi, yakni bagaimana menjaga semangat dan idealisme agar tidak redup di tengah dinamika politik. Kedua, tantangan relevansi, yaitu memastikan program-program ormas benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar seremonial. Ketiga, tantangan kolaborasi, yaitu bagaimana membangun sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, maupun ormas lain untuk memperkuat gerakan kebangsaan.
Jika tantangan-tantangan ini tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan Setya Kita Pancasila hanya akan menjadi simbol tanpa makna. Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari para pengurus dan anggota untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan menempatkan Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap langkah.
Strategi Memperkokoh Peran
Untuk menjawab tantangan tersebut, ada beberapa strategi yang dapat ditempuh:
Penguatan Pendidikan Ideologi Pancasil
Ormas harus aktif menyelenggarakan kegiatan edukatif yang menginternalisasi nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, baik melalui sekolah, kampus, maupun komunitas.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Setya Kita Pancasila dapat menggunakan media sosial sebagai sarana kampanye kebangsaan, menyebarkan konten positif, serta melawan hoaks dan ujaran kebencian.
Kolaborasi dengan Pemerintah dan Ormas Lain
Sinergi ini penting agar gerakan kebangsaan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung demi tujuan bersama, yaitu memperkokoh NKRI.
Pendekatan Kultural
Menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah, dan toleransi, agar masyarakat merasa lebih dekat dengan ormas ini.
Keteladanan Pengurus dan Anggota
Hal terpenting adalah memastikan bahwa setiap pengurus dan anggota benar-benar mempraktikkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, ormas tidak hanya berbicara, tetapi juga memberi teladan nyata.
Refleksi dan Harapan
Keberadaan Ormas Setya Kita Pancasila dalam bingkai NKRI memberikan harapan baru bahwa ideologi bangsa tidak akan pudar oleh arus zaman. Selama masih ada gerakan moral yang konsisten menjaga Pancasila, maka bangsa Indonesia akan tetap kokoh di tengah dinamika global.
Namun, semua itu tidak dapat dilakukan hanya oleh satu ormas. Perlu keterlibatan seluruh elemen bangsa: pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, media, hingga masyarakat umum. Setya Kita Pancasila hanyalah salah satu mata rantai dari gerakan besar menjaga keutuhan NKRI.
Harapannya, ormas ini mampu terus bertumbuh menjadi motor penggerak kebangsaan yang tidak hanya hidup dalam slogan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kerja nyata, integritas, dan semangat gotong royong, Setya Kita Pancasila dapat menjadi pilar penting dalam merawat persatuan bangsa.
Penutup
Pancasila adalah anugerah terbesar bagi bangsa Indonesia. Ia bukan hanya ideologi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa. Ormas Setya Kita Pancasila hadir untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam bingkai NKRI, peran ormas ini bukan sekadar menjaga simbol, tetapi juga menghidupkan substansi Pancasila dalam tindakan nyata. Tantangan boleh datang silih berganti, tetapi selama Pancasila dijadikan kompas, bangsa Indonesia akan tetap berdiri tegak di tengah derasnya arus perubahan.








































Komentar via Facebook