PAGAR KEUSKUPAN TIMIKA DIRUSAK, PEMUDA KINGMI: JANGAN ADA “TANGAN GELAP” BERMAIN DI BALIK AKSI INI

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 23 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PAGAR KEUSKUPAN TIMIKA DIRUSAK, PEMUDA KINGMI: JANGAN ADA “TANGAN GELAP” BERMAIN DI BALIK AKSI INI

PAGAR KEUSKUPAN TIMIKA DIRUSAK, PEMUDA KINGMI: JANGAN ADA “TANGAN GELAP” BERMAIN DI BALIK AKSI INI

TIMIKA, Tribunnusantara-web.id Papua Tengah — Aksi brutal perusakan pagar milik Keuskupan Timika memantik kemarahan publik dan memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Mimika.

Peristiwa yang diduga berkaitan dengan upaya penyerobotan lahan itu dinilai bukan sekadar tindakan vandalisme biasa, melainkan bentuk provokasi serius yang berpotensi mengoyak kerukunan antarumat beragama di Tanah Papua.23/05/2026

Kemarahan keras disampaikan Pemuda Jemaat Kingmi Mimika yang mendesak aparat kepolisian tidak berhenti hanya pada pelaku lapangan, tetapi juga membongkar siapa aktor intelektual dan motif sebenarnya di balik aksi tersebut.

Tokoh pemuda Mimika, Dianu Omaleng, menyebut tindakan merusak fasilitas lembaga keagamaan sebagai perbuatan biadab yang mencederai nilai kemanusiaan dan mengancam persaudaraan masyarakat Mimika yang selama ini hidup berdampingan.

   “Kami mengecam keras pembongkaran pagar Keuskupan Timika. Polisi jangan hanya melihat ini sebagai kasus biasa. Harus diungkap siapa yang bermain di belakang layar dan apa motif sebenarnya,” tegas Dianu Omaleng, Sabtu malam (23/5/2026).

Menurutnya, tindakan menyasar aset lembaga keagamaan bukan persoalan kecil. Jika dibiarkan tanpa pengungkapan yang jelas, hal itu dapat memancing ketegangan sosial dan memicu rasa tidak percaya antarwarga.

Pemuda Kingmi mengingatkan bahwa Mimika adalah rumah bersama bagi semua golongan, suku, dan agama. Karena itu, setiap upaya provokasi yang mengarah pada perpecahan wajib dihentikan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

   “Jangan ada oknum yang mencoba bermain api di atas kerukunan masyarakat Mimika. Tanah ini dibangun dengan persaudaraan, bukan dengan intimidasi dan aksi sepihak,” lanjut Dianu.

Mereka juga meminta Polres Mimika bekerja profesional, transparan, dan berani mengusut kasus ini hingga tuntas agar publik tidak menilai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul terhadap pihak-pihak tertentu.

Pemuda Kingmi menegaskan, masyarakat Mimika tidak membutuhkan provokasi baru di tengah situasi sosial yang harus dijaga tetap aman dan damai. Aparat diminta segera bertindak sebelum isu ini berkembang liar dan merusak stabilitas daerah.

(Redaksi Tribunnusantara)