Pagar Keuskupan Timika Dirusak, Tokoh Pemuda Kei Iwaka Murka: “Tangkap Pelaku, Jangan Ada Main Mata!”
Pagar Keuskupan Timika Dirusak, Tokoh Pemuda Kei Iwaka Murka: “Tangkap Pelaku, Jangan Ada Main Mata!”
MIMIKA Tribunnusantara-web.id — Aksi brutal perusakan pagar milik Keuskupan Timika pada Jumat, 22 Mei 2026, memicu gelombang kecaman keras dari masyarakat. Tindakan yang dinilai arogan dan melecehkan simbol lembaga keagamaan itu kini menjadi sorotan serius publik di Kabupaten Mimika.
Tokoh Pemuda Kei Wilayah Iwaka, Elegius Rahawarin, angkat bicara dengan nada keras. Ia meminta aparat kepolisian tidak bermain aman dan segera memburu para pelaku hingga otak di balik aksi perusakan tersebut.24/05/2026
“Ini bukan kenakalan biasa. Ini tindakan brutal, melawan hukum, dan sangat melukai rasa toleransi masyarakat Mimika. Polisi jangan lambat dan jangan ada main mata dengan pelaku,” tegas Elegius.
Menurutnya, tindakan merusak aset milik lembaga keagamaan merupakan bentuk perbuatan yang tidak beradab dan berpotensi memicu konflik sosial jika dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas.
Elegius menilai para pelaku telah menunjukkan sikap apatis terhadap hukum dan tidak menghargai nilai hidup berdampingan antarumat beragama yang selama ini dijaga di Mimika.
“Kalau tindakan seperti ini dibiarkan, maka orang akan menganggap hukum sudah tidak punya wibawa. Negara harus hadir. Pelaku wajib ditangkap dan diproses sampai tuntas,” katanya.
Ia juga menolak segala bentuk upaya penyelesaian diam-diam yang dapat melemahkan proses hukum. Menurutnya, kasus tersebut harus dibuka secara terang kepada publik agar masyarakat mengetahui sejauh mana keseriusan aparat dalam menangani perkara itu.
“Jangan coba-coba selesaikan di belakang meja. Publik sedang melihat. Masyarakat ingin pelaku ditangkap, diadili, dan dihukum sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya tajam.
Selain mendesak penegakan hukum, Elegius turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terpancing provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.
Kasus perusakan pagar Keuskupan Timika kini menjadi perhatian luas. Desakan terhadap aparat kepolisian pun semakin kuat agar segera mengungkap pelaku dan membuktikan bahwa hukum masih berdiri tegak di Kabupaten Mimika.
(Redaksi Tribunnudantara)








































Komentar via Facebook