PA-GMNI Kepulauan Tanimbar: Groundbreaking Blok Masela Harus Menjadi Manifesto Kebangkitan Ekonomi Rakyat
PA-GMNI Kepulauan Tanimbar: Groundbreaking Blok Masela Harus Menjadi Manifesto Kebangkitan Ekonomi Rakyat
Saumlaki Tribunnusantara-web.id – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026. Organisasi tersebut menilai momentum itu harus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Tanimbar sekaligus penegasan bahwa masyarakat Tanimbar menjadi tuan di tanahnya sendiri.05/07/2026
Dalam pernyataan sikapnya, Ketua PA-GMNI Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa selama lebih dari satu dekade masyarakat Tanimbar terus menanti realisasi proyek migas tersebut. Di tengah besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki, masyarakat dinilai belum merasakan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan, perluasan lapangan kerja, maupun percepatan pembangunan infrastruktur.
"Sepuluh tahun adalah waktu yang panjang. Selama itu pula banyak generasi muda Tanimbar terpaksa meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di daerah lain. Blok Masela tidak boleh lagi hanya menjadi wacana. Sudah saatnya proyek ini diwujudkan demi masa depan masyarakat Tanimbar," tegasnya.
PA-GMNI menegaskan bahwa dukungan terhadap groundbreaking bukanlah dukungan tanpa syarat. Sebaliknya, dukungan tersebut merupakan bentuk pengawalan kritis agar seluruh manfaat proyek benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
Menurut PA-GMNI, Blok Masela bukan sekadar proyek investasi bernilai sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat, tetapi juga memiliki arti strategis bagi kedaulatan Indonesia di kawasan Laut Arafura. Dengan cadangan gas yang diperkirakan mencapai 10,73 triliun kaki kubik (TCF), proyek tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.
Organisasi itu juga menekankan bahwa keberhasilan proyek harus diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Nelayan, petani, pelaku UMKM, perempuan, hingga lulusan perguruan tinggi harus memperoleh manfaat nyata melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta berkembangnya ekonomi daerah.
Untuk itu, PA-GMNI menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, di antaranya:
- Mengutamakan tenaga kerja asal Tanimbar dan Maluku melalui program pendidikan serta pelatihan vokasi yang terukur.
- Memberikan ruang seluas-luasnya bagi pengusaha lokal dalam rantai pasok proyek.
- Mengelola Dana Bagi Hasil Migas secara transparan dan berorientasi pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
- Mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, listrik 24 jam, air bersih, dan sarana publik lainnya.
- Menghormati hak-hak masyarakat adat Duan Lolat dengan melibatkan lembaga adat dalam setiap tahapan pembangunan.
- Menjamin perlindungan lingkungan melalui pelaksanaan AMDAL secara konsisten dan penyediaan program rehabilitasi lingkungan.
- Menyediakan program beasiswa bagi generasi muda Tanimbar di bidang migas, teknik, dan kemaritiman.
- Membangun forum komunikasi yang terbuka antara pemerintah, investor, dan masyarakat.
- Membentuk posko pengaduan masyarakat sebagai mekanisme penyelesaian berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan proyek.
PA-GMNI juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan Blok Masela agar berjalan secara transparan, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
"Groundbreaking 15 Juli 2026 harus menjadi tonggak sejarah baru. Masela tidak boleh hanya menghasilkan gas untuk negara, tetapi juga harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Tanimbar. Inilah momentum kebangkitan ekonomi daerah dan kesempatan agar anak-anak Tanimbar benar-benar menjadi tuan di tanah leluhurnya," tegas PA-GMNI.
Penulis: JCS
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook