PALU KEPUTUSAN JATUHKAN ODIE ORNO, MUSDA GOLKAR MBD DI GEDUNG SERBAGUNA TIAKUR BERAKHIR RICUH

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 22 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PALU KEPUTUSAN JATUHKAN ODIE ORNO, MUSDA GOLKAR MBD DI GEDUNG SERBAGUNA TIAKUR BERAKHIR RICUH

TIAKUR, MALUKU BARAT DAYA — TRIBUN NUSANTARA — Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tiakur, Selasa (22/9/2026), berakhir dengan suasana tegang dan kericuhan setelah Desianus Odie Orno ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten MBD.

Ketegangan pecah sesaat setelah Ketua Sidang, Mascam Sangadji, membacakan keputusan Musda dan mengetukkan palu sebagai tanda pengesahan keputusan forum.

Sesaat setelah palu diketukkan, suasana di dalam Gedung Serbaguna Tiakur yang sebelumnya berlangsung dalam agenda organisasi berubah memanas.

Berdasarkan pantauan media di lokasi, dua kelompok yang berada di dalam arena kemudian terlibat adu mulut dan saling berargumentasi dengan suara keras.

SETELAH KEPUTUSAN DIBACAKAN, SUASANA LANGSUNG MEMANAS

Pembacaan keputusan oleh Ketua Sidang Mascam Sangadji menjadi titik perubahan suasana di arena Musda.

Setelah keputusan diumumkan, sejumlah peserta dan massa terlihat bereaksi. Perdebatan verbal kemudian terjadi di antara dua kelompok hingga suasana forum semakin sulit dikendalikan.

Sejumlah massa bahkan terlihat mengikuti dan mendekati Ketua Sidang Mascam Sangadji, sejumlah petinggi Partai Golkar Provinsi Maluku, Bung Anos Jermias selaku Sekretaris Golkar, serta Plt. Ketua DPD II Partai Golkar MBD Richard Rahakbauw.

Situasi semakin memanas ketika terjadi saling adu argumen dan teriakan dari sejumlah pihak yang berada di lokasi.

Berdasarkan pantauan media, terdapat pula ucapan bernada keras yang ditujukan kepada sejumlah pihak dalam situasi tersebut.

Kondisi itu membuat suasana di dalam Gedung Serbaguna Tiakur semakin tegang dan mengundang perhatian peserta maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

POLRES MBD TURUN TANGAN REDAM KETEGANGAN

Melihat situasi yang semakin memanas, aparat Polres Maluku Barat Daya kemudian mengambil langkah untuk meredam ketegangan.

Petugas kepolisian melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang terlibat dan mengimbau seluruh peserta serta massa agar dapat menahan diri.

Aparat juga berupaya mencegah agar perdebatan verbal tersebut tidak berkembang menjadi benturan fisik.

Pendekatan dilakukan secara persuasif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar Gedung Serbaguna Tiakur.

USAI DARI GEDUNG SERBAGUNA, KETEGANGAN BERLANJUT DI PENGINAPAN

Kericuhan ternyata belum sepenuhnya berakhir setelah peserta dan massa meninggalkan Gedung Serbaguna Tiakur.

Berdasarkan pantauan media, sejumlah pihak kemudian bergerak menuju Penginapan Tiakur Bick.

Sesampainya di penginapan, suasana kembali diwarnai ketegangan dan perdebatan antara kelompok yang berbeda.

Situasi tersebut sempat kembali memanas sehingga aparat kepolisian dari Polres Maluku Barat Daya turun tangan melakukan koordinasi dan pendekatan kepada pihak-pihak yang berada di lokasi.

Petugas berupaya menenangkan kedua belah pihak serta mengimbau agar tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Setelah dilakukan koordinasi oleh aparat kepolisian, suasana di Penginapan Tiakur Bick akhirnya berangsur-angsur kembali tenang.

DUA KELOMPOK BELUM MENEMUKAN TITIK TEMU

Hingga berita ini diterbitkan, berdasarkan pantauan media, dinamika pasca-keputusan Musda masih belum sepenuhnya menemukan titik terang.

Dua kelompok yang terlibat dalam dinamika Musda tersebut disebut belum menunjukkan titik temu terkait keputusan yang telah dibacakan dan disahkan dalam forum.

Dengan demikian, situasi pasca-Musda masih menjadi perhatian, terutama terkait bagaimana masing-masing pihak menyikapi hasil keputusan serta mekanisme organisasi yang akan ditempuh selanjutnya.

Sementara itu, belum terdapat informasi resmi yang dapat memastikan adanya kesepakatan bersama dari kedua pihak untuk menerima keputusan tersebut.

POLISI MASIH LAKUKAN PENGAMANAN DI PENGINAPAN

Pantauan media hingga saat ini menunjukkan aparat kepolisian masih berada di sekitar Penginapan Tiakur Bick.

Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali ketegangan antara kelompok-kelompok yang sebelumnya terlibat dalam dinamika pasca-Musda.

Kehadiran aparat juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif setelah rangkaian kegiatan Musda IV DPD II Partai Golkar MBD.

DINAMIKA DUA KANDIDAT SUDAH TERLIHAT SEBELUM MUSDA

Dinamika yang terjadi setelah keputusan Musda tersebut berlangsung setelah sebelumnya proses pencalonan Ketua DPD II Partai Golkar MBD mendapat perhatian publik.

Dua nama yang muncul dalam proses pencalonan adalah Johand Alexius Mose dan Desianus Odie Orno. Keduanya sebelumnya telah menyerahkan dokumen pencalonan kepada Steering Committee untuk menjalani tahapan verifikasi.

Proses tersebut menjadi bagian dari dinamika internal Partai Golkar dalam menentukan kepemimpinan organisasi di Kabupaten Maluku Barat Daya.

PESAN KEBERSAMAAN SEBELUM MUSDA

Dalam pembukaan Musda IV, pesan mengenai pentingnya kebersamaan dan menjaga soliditas organisasi telah disampaikan oleh sejumlah tokoh yang hadir.

Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach, S.T. sebelumnya mengingatkan seluruh kader agar menghormati proses dan hasil Musda serta menjaga persatuan.

Sementara Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Umar Ali Lessy menekankan pentingnya kebersamaan, konsolidasi organisasi dan kerja nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut kembali menjadi perhatian di tengah dinamika yang terjadi setelah keputusan Musda diumumkan.

ODIE ORNO DITETAPKAN MEMIMPIN DPD II GOLKAR MBD

Dalam forum Musda IV yang berlangsung di Gedung Serbaguna Tiakur, Desianus Odie Orno ditetapkan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya.

Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Sidang Mascam Sangadji dan kemudian disahkan melalui ketukan palu sidang.

Namun, setelah keputusan tersebut diumumkan, situasi di arena Musda justru berubah menjadi tegang dan diwarnai perdebatan antarkelompok.

MUSDA GOLKAR MBD MASIH MENYISAKAN DINAMIKA

Rangkaian kejadian mulai dari Gedung Serbaguna Tiakur hingga Penginapan Tiakur Bick menunjukkan bahwa dinamika internal Musda IV DPD II Partai Golkar MBD belum sepenuhnya selesai.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan pengamanan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kembali ketegangan.

Perkembangan selanjutnya masih menjadi perhatian publik, termasuk bagaimana mekanisme organisasi Partai Golkar akan menyikapi dinamika dan perbedaan pandangan yang muncul setelah keputusan Musda.

Seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, sehingga dinamika internal Partai Golkar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Musda IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Barat Daya mengusung tema “Golkar Bangkit, Berkarya di Bumi Kalwedo.”

TRIBUN NUSANTARA — TERUS MENGIKUTI PERKEMBANGAN TERKINI PASCA-MUSDA IV DPD II PARTAI GOLKAR MALUKU BARAT DAYA.

Twitter "Cc""