Panen Pala di Sekru Tuare: Ketika Petani Menjaga Mutu, Pemerintah Beri Hormat
Fakfak, TribunNusantara.web.id | Di tengah hamparan hijau kebun pala seluas empat hektare di Kampung Sekru Tuare, riuh tawa petani bercampur aroma buah pala yang baru dipetik.
Suasana itu menandai momen panen bersama kelompok keluarga Samai — sebuah tradisi baru yang dirangkai dengan penghormatan terhadap ketekunan petani menjaga mutu pala Fakfak.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, turut hadir di antara para petani, mengenakan topi lapangan dan sepatu bot, sembari memegang buah pala yang baru lepas dari tangkainya. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar panen, melainkan ajang belajar bersama.
“Panen bersama ini menjadi ruang edukasi di lapangan. Petani saling berbagi pengetahuan tentang tanda buah pala matang, cara panen yang benar, dan penanganan pascapanen agar mutu tetap terjaga,” ujar Widhi di sela kegiatan, Sabtu (04/10).
Widhi menegaskan, apresiasi pemerintah kepada kelompok Samai bukanlah penghargaan simbolis semata. Melainkan bentuk pengakuan terhadap kesabaran mereka menjaga kebun hingga masa petik tiba.
“Mereka inilah garda terdepan penjaga mutu pala Fakfak. Ketekunan mereka menjaga waktu panen dan merawat pohon dengan benar adalah kunci keunggulan pala kita,” tambahnya.
Pala Fakfak dikenal bukan hanya karena aroma khas dan kualitas bijinya, tetapi juga karena tradisi budidaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat. Dalam setiap musim panen, gotong royong menjadi denyut nadi yang menghidupkan kebun.
Kegiatan panen bersama di Sekru Tuare ini menjadi simbol semangat baru: sinergi antara petani dan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan komoditas unggulan Fakfak.
“Kita ingin semangat gotong royong seperti ini tumbuh menjadi budaya baru dalam tata kelola panen pala di Fakfak,” tutup Widhi dengan senyum penuh keyakinan.
Di bawah terik matahari, para petani Samai masih sibuk memilah buah pala, sementara tawa mereka terus menggema di antara pohon-pohon tua yang menjadi saksi kerja keras dan harapan.
Dari Sekru Tuare, aroma pala kembali merebak, membawa cerita tentang kesabaran, mutu, dan kebanggaan daerah yang terus dijaga.
Writter : Den








































Komentar via Facebook