Pangkalan TNI AL Tual Satukan Forkopimda dan Warga Fiditan, Sepakati Sweeping Sajam dan Perdes Redam Konflik
Tual, TribunNusantara.web.id | Komandan Pangkalan TNI AL Tual (Danlanal) Tual, Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, memimpin pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama perwakilan warga Ohoi Fiditan, Selasa, 25 Februari 2025. Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Tual itu mempertemukan unsur pemerintah, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat dari Kompleks Kampung Baru dan Kampung Lama yang belakangan dilanda ketegangan.
Agenda tersebut merupakan inisiatif Komandan Kodim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim setelah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Tual, H. Amir Rumra. Fokusnya jelas: meredam eskalasi konflik yang berulang dan memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Fiditan.
Dalam arahannya, Danlanal menegaskan forum itu bukan sekadar seremonial, melainkan ruang bersama untuk mencari solusi konkret. Ia menilai gesekan antarpemuda menjadi salah satu pemicu utama konflik. Karena itu, peran keluarga—terutama orang tua—dinilai krusial dalam membina dan mengawasi anak-anak mereka.
“Kita semua hadir untuk mencari jalan keluar terbaik. Orang tua harus tegas membimbing anak-anaknya agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim, Komandan Lanud D.D. Dumatubun Letkol Pas Firasat Amansyah, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tual Ridwan H. Renwarin, Wakapolres Tual Kompol Roni F. Manawan, serta Danyon Brimob Batalyon C Pelopor Kompol Rudi Muskitta. Turut hadir Asisten I Setda Kota Tual Usman Borut, Penjabat Kepala Ohoi Fiditan Sayuti Raharusun, pimpinan organisasi perangkat daerah, serta tokoh adat, agama, dan masyarakat dari kedua kompleks.
Dalam sesi diskusi, para tokoh agama dan tokoh masyarakat menekankan pentingnya momentum bulan suci Ramadan sebagai sarana pembinaan spiritual dan penguatan harmoni sosial. Para remaja dan pemuda diharapkan mengisi Ramadan dengan kegiatan ibadah, pengajian, tadarus Al-Qur’an, serta aktivitas keagamaan yang bernilai positif guna menumbuhkan kesadaran diri dan mempererat persaudaraan.
Sebagai langkah konkret, Dandim 1503/Tual menyampaikan bahwa aparat TNI akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan sweeping senjata tajam dari rumah ke rumah. Langkah ini dimaksudkan sebagai tindakan preventif sekaligus penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang masih menyimpan atau menggunakan senjata dalam konflik.
Dari unsur masyarakat, sejumlah tokoh menyampaikan keprihatinan atas berulangnya insiden kekerasan, termasuk dugaan belum maksimalnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran rumah dan bengkel warga. Mereka meminta penambahan pos keamanan di titik-titik rawan, penindakan tegas terhadap provokator, serta respons cepat pemerintah daerah bagi warga terdampak.
Pertemuan itu menghasilkan tiga komitmen bersama. Pertama, penyusunan Peraturan Desa/Ohoi sebagai payung hukum lokal untuk memperkuat tata kelola keamanan berbasis komunitas. Kedua, penguatan koordinasi dan komunikasi warga sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi konflik. Ketiga, pelaksanaan sweeping senjata tajam dan penindakan tegas terhadap setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Usai pertemuan, Danlanal bersama unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat turun langsung ke Kompleks Fiditan Lama dan Fiditan Baru untuk menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hingga pukul 02.00 WIT dini hari, seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman dan terkendali—sebuah sinyal awal bahwa ruang dialog masih menjadi jalan paling rasional untuk merawat stabilitas di Kota Tual.
(Evav)








































Komentar via Facebook