Pascabentrokan di Danar Kei, Polisi Perketat Pengamanan Jelang Paskah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 31 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pascabentrokan di Danar Kei, Polisi Perketat Pengamanan Jelang Paskah

Langgur, TribunNusantara.web.id | Situasi keamanan di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, berangsur pulih setelah bentrokan antarwarga yang menewaskan satu orang. Aparat kepolisian memastikan kondisi desa kini terkendali, sementara aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti sediakala.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi mengatakan, pihaknya telah mengerahkan personel untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengantisipasi potensi gesekan susulan. “Secara umum situasi sudah kondusif. Warga sudah kembali beraktivitas, namun pengamanan tetap kami tingkatkan,” ujarnya, Rabu.

Bentrok yang terjadi beberapa hari lalu itu dipicu oleh persoalan yang kini masih didalami penyidik. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga dilaporkan meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan berat. Polisi telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dan proses hukum terhadap mereka sedang berlangsung.

Menurut Rian, fokus utama aparat saat ini adalah memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan profesional. Ia menegaskan, setiap pelaku yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. “Kami mengedepankan penegakan hukum. Tidak ada ruang bagi tindakan main hakim sendiri,” katanya.

Di tengah upaya pemulihan situasi keamanan, kepolisian juga memperketat penjagaan menjelang perayaan Paskah bagi umat Nasrani. Pengamanan difokuskan di sejumlah gereja di wilayah Kei Kecil Timur Selatan untuk memastikan rangkaian ibadah Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah berlangsung aman.

Kehadiran aparat di titik-titik ibadah, menurut Kapolres, bukan semata bentuk kewaspadaan, melainkan juga jaminan bahwa negara hadir memberikan rasa aman bagi seluruh warga. Polisi berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat guna menjaga suasana tetap sejuk.

Rian mengimbau masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. “Kami harapkan masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan aksi anarkis yang justru merugikan semua pihak,” ujarnya.

Pasca insiden berdarah tersebut, aparat masih bersiaga di sejumlah titik rawan. Sementara itu, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat dikabarkan tengah mengupayakan rekonsiliasi untuk memulihkan hubungan sosial antarwarga yang sempat retak.

Di wilayah yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai adat dan kekeluargaan itu, ujian solidaritas kembali dipertaruhkan. Aparat berharap, peristiwa ini menjadi yang terakhir—dan hukum menjadi panglima, bukan amarah.