PASKIBRA MIMIKA TIMUR SIAP 95 PERSEN: DISIPLIN, MENTAL, DAN SEMANGAT PUTRA-PUTRI DAERAH MENUJU HUT KE-81 RI

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 13 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PASKIBRA MIMIKA TIMUR SIAP 95 PERSEN: DISIPLIN, MENTAL, DAN SEMANGAT PUTRA-PUTRI DAERAH MENUJU HUT KE-81 RI

Tribun-nusantara.web.id. MIMIKA TIMUR, PAPUA TENGAH — Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Distrik Mimika Timur terus dimatangkan menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Pelatih Paskibra Distrik Mimika Timur, Peltu Herman Resubun dan Sertu Slamet, memastikan kesiapan para peserta telah mencapai sekitar 95 persen setelah menjalani latihan secara intensif sejak 20 Juli 2026.

“Kalau dihitung, anak-anak ini sudah kurang lebih 20 hari menjalani latihan. Sekarang tinggal tiga hari lagi menuju hari H. Kalau saya persentasekan, kesiapan mereka sudah 95 persen. Lima persen sisanya adalah bagaimana mereka mempertahankan kesiapan dan mengeksekusinya dengan baik pada 17 Agustus,” ujar Peltu Herman Resubun pada Kamis (13/8/2026).

Menurut Herman, latihan tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris atau Peraturan Baris-Berbaris (PBB), tetapi juga membentuk disiplin, mental, tanggung jawab, kekompakan, serta kemampuan mengatur waktu.

Para peserta bahkan telah menjalani karantina sejak 7 Agustus. Seluruh aktivitas mereka diatur secara terukur, mulai dari bangun pagi, persiapan diri, sarapan, latihan hingga waktu istirahat.

“Metode latihan yang kami gunakan adalah serius tetapi santai. Kami tetap serius dalam latihan, tetapi anak-anak harus tetap gembira. Kalau psikologi mereka baik dan mereka menikmati prosesnya, saya yakin pada hari H mereka akan tampil maksimal dan percaya diri,” jelasnya.

KESEHATAN JADI KUNCI

Dengan jumlah personel yang terbatas, kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Setiap anggota memiliki peran penting dalam pelaksanaan pengibaran dan penurunan bendera.

Karena itu, tiga hari menjelang upacara, para pelatih tidak lagi memberikan tekanan latihan secara berlebihan. Fokus diarahkan pada menjaga kondisi fisik, mental, dan konsentrasi peserta agar tetap prima.

“Kita tidak boleh memaksakan mereka. Kalau satu saja sakit, tentu akan berpengaruh karena jumlah personel kita terbatas dan cadangan juga tidak banyak. Jadi sekarang yang paling penting adalah menjaga kesehatan,” tegas Herman.

PASKIBRA BUKAN SEKADAR PENGIBAR BENDERA

Herman menegaskan, keterlibatan generasi muda dalam Paskibra bukan semata-mata untuk menjalankan tugas seremonial pada 17 Agustus. Lebih dari itu, proses pelatihan menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.

“Paskibra bukan hanya soal PBB. Kami melatih disiplin, mental, tanggung jawab dan manajemen waktu. Mereka belajar bangun pagi, tepat waktu, mengikuti jadwal dan menjalankan tanggung jawab. Nilai-nilai itu yang akan mereka bawa ke sekolah, keluarga dan masyarakat,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para peserta untuk menghadapi masa depan.

DORONG LEBIH BANYAK PUTRA DAERAH

Herman juga memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan anak-anak asli Papua dalam Paskibra Distrik Mimika Timur.

Dari empat peserta yang disiapkan saat ini, terdapat dua anak putra daerah Mimika dan satu anak dari Asmat, yang dinilai menjadi bagian penting dari semangat keberagaman dan kebersamaan generasi muda Papua.

Ia berharap pada pelaksanaan Paskibra di masa mendatang jumlah peserta dapat ditambah menjadi sekitar delapan orang sehingga tersedia lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, khususnya putra-putri asli Papua, untuk terlibat.

“Kalau bisa ke depan kita siapkan delapan orang, bahkan lebih banyak putra daerah. Kita hidup di Mimika dan harus memberikan ruang kepada anak-anak asli Papua untuk tampil, berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika para peserta tampil di hadapan masyarakat dan nama mereka dibacakan dalam upacara, hal tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kebanggaan sekolah, keluarga dan daerah.

CAMAT BARU AKAN JADI INSPEKTUR UPACARA

Pelaksanaan HUT ke-81 RI tahun ini juga menjadi momentum khusus bagi Distrik Mimika Timur. Camat Mimika Timur yang baru akan menjalankan tugas sebagai Inspektur Upacara untuk pertama kalinya pada peringatan 17 Agustus.

Herman berharap momentum tersebut dapat menjadi awal yang baik sekaligus mendorong perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan generasi muda di Mimika Timur.

“Harapan kami ke depan, anak-anak seperti ini terus diperhatikan dan dibina. Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk satu upacara, tetapi dipersiapkan menjadi generasi muda yang disiplin, kuat secara mental dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan daerah,” tuturnya.

Dengan latihan yang telah berlangsung hampir sebulan, karantina yang teratur, serta kesiapan fisik dan mental yang terus dijaga, Paskibra Distrik Mimika Timur kini tinggal menunggu tiga hari menuju tugas penting mereka pada 17 Agustus 2026.

Bagi para peserta, mengibarkan Merah Putih bukan sekadar menjalankan tugas. Itu adalah kehormatan, tanggung jawab, dan kebanggaan membawa nama sekolah, keluarga, Mimika Timur, serta Indonesia.

PELTU HERMAN RESUBUN

Pelatih Paskibra Distrik Mimika Timur