PASUKAN BERKUDA MERIAHKAN PENYAMBUTAN TMMD KE-128 DI PULAU MOA, BUKTI KUDA MASIH MENJADI TRANSPORTASI ANDALAN MASYARAKAT
PULAU MOA, MALUKU BARAT DAYA (TIAKUR) TrubunNusantara – Web - id / Pemandangan unik dan penuh makna mewarnai penyambutan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kehadiran pasukan berkuda dalam rangka menyambut pembukaan TMMD menjadi simbol kuat bahwa kuda hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Pulau Moa.
Atraksi pasukan berkuda yang turut memeriahkan kegiatan tersebut tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga menjadi gambaran nyata tentang kondisi sosial masyarakat setempat. Di wilayah Pulau Moa, kuda masih digunakan sebagai sarana transportasi utama oleh sebagian warga, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan mobilitas antarwilayah.
Kehadiran pasukan berkuda dalam seremoni penyambutan TMMD ke-128 menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal tetap hidup berdampingan dengan program pembangunan nasional. Masyarakat Pulau Moa menunjukkan identitas daerahnya dengan menampilkan kuda sebagai bagian dari kehidupan sosial sekaligus lambang kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.
Momentum ini sekaligus memperlihatkan bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Pulau Moa masih mempertahankan kuda sebagai alat transportasi yang efektif dan relevan dengan kondisi geografis wilayah. Selain memiliki nilai budaya, penggunaan kuda juga menjadi bagian dari solusi transportasi masyarakat di daerah yang memiliki tantangan akses infrastruktur.
Kehadiran pasukan berkuda dalam penyambutan TMMD ke-128 pun menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus mempertegas karakter khas Pulau Moa sebagai wilayah yang tetap menjaga tradisi lokal dalam mendukung berbagai agenda pembangunan. Hal ini menjadi pesan kuat bahwa pembangunan tidak harus menghilangkan identitas budaya masyarakat, tetapi justru dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal.
Program TMMD ke-128 di Pulau Moa bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi kekayaan budaya lokal untuk tampil dan dikenal lebih luas. Pasukan berkuda yang tampil dalam penyambutan menjadi simbol harmonisasi antara pembangunan, tradisi, dan semangat kebersamaan masyarakat Maluku Barat Daya.
Dengan keterlibatan masyarakat dan simbol budaya yang ditampilkan, pelaksanaan TMMD di Pulau Moa menunjukkan bahwa pembangunan nasional dapat berjalan berdampingan dengan kearifan lokal. Kehadiran pasukan berkuda dalam penyambutan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pulau Moa memiliki identitas budaya yang kuat, di mana kuda masih menjadi alat transportasi penting sekaligus kebanggaan masyarakat setempat.
(KAREL MOA)








































Komentar via Facebook