Pelepasan Siswa SMA Negeri 13 Ambon Tetap Sukses; Rosmini Sebut Strategi Ini Bikin Siswa Berjanji Tak Konvoi
AMBON, Tribun-nusantara.web.id – Mengalahkan segala keterbatasan, mulai dari waktu persiapan yang sangat singkat hingga dana yang bersumber dari sumbangan sukarela, acara pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri 13 Ambon Tahun Ajaran 2025–2026 berjalan sukses, aman, dan lancar. Bahkan, keputusan mendadak memindahkan lokasi acara demi mengantisipasi cuaca pun tidak mengurangi makna kebahagiaan momen perpisahan tersebut.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 13 Ambon, Rosmini Rafani, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya. Tantangan berat sebenarnya sudah menghadang sejak awal, mengingat Surat Keputusan (SK) pelaksanaan baru diterbitkan pada April, sementara kegiatan wajib digelar tepat di bulan Mei. Artinya, waktu persiapan sangat sempit dan tidak panjang.
"Persiapan ini bisa dibilang sangat mepet. Belum lagi anggaran yang kami gunakan murni berasal dari sumbangan sukarela orang tua siswa, tanpa ada unsur pemaksaan sama sekali. Meski berproses dengan segala keterbatasan dan tentu ada kekurangan, Alhamdulillah saya sangat puas. Yang paling penting, acara hari ini berjalan aman dan lancar sesuai harapan," ungkap Rosmini usai kegiatan, Sabtu (23/5/2026).
Perubahan lokasi menjadi salah satu keputusan besar yang diambil secara tiba-tiba. Empat hari sebelum hari H, rencana awal menggelar acara di halaman sekolah akhirnya dibatalkan. Setelah melihat kondisi dan prediksi cuaca yang kurang bersahabat, panitia dan pihak sekolah sepakat memindahkan kegiatan ke Auditorium Universitas Pattimura Ambon. Langkah cepat ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan kenyamanan acara.
Ada satu hal spesial yang paling dibanggakan Rosmini dalam pelaksanaan tahun ini, apalagi ini adalah kelima kalinya ia memimpin kepanitiaan serupa. Menurutnya, acara ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan wadah komunikasi untuk menampung aspirasi siswa sekaligus strategi cerdas menjaga ketertiban umum.
"Tujuan utama kami adalah mendengar keinginan mereka dan berpihak pada apa yang mereka harapkan. Selama ini, kebiasaan lulusan pasti melakukan konvoi yang sering kali mengganggu ketertiban dan lalu lintas. Maka kami duduk bersama, berdiskusi, dan menjaring pendapat. Hasilnya, para siswa berjanji tidak akan melakukan konvoi, dengan syarat sekolah mengadakan acara pelepasan resmi seperti hari ini. Kami sangat mendukung itu, karena ini cara terbaik menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat," jelasnya.
Bagi Rosmini, pendekatan komunikasi dan memberikan kepercayaan kepada siswa adalah kunci keberhasilan yang paling berharga. Ia berharap pola positif ini terus terjaga, sehingga momen kelulusan selalu menjadi peristiwa membanggakan, tertib, dan meninggalkan kenangan indah bagi warga sekolah maupun masyarakat kota Ambon.
(H.R)








































Komentar via Facebook