Pemilihan Bibit Andal PSSI: Liga Kampung di Halong Jadi Ajang Seleksi Pemain untuk Maluku dan Maluku Utara

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 16 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemilihan Bibit Andal PSSI: Liga Kampung di Halong Jadi Ajang Seleksi Pemain untuk Maluku dan Maluku Utara

AMBON, Tribun-nusantara.web.id. Pembukaan Liga Kampung I Pulau Ambon yang berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Lease Halong, Sabtu (16/5/2026), bukan sekadar ajang pertandingan biasa. Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kota Ambon, Jhon Rahantoknam, menegaskan kegiatan ini menjadi pintu gerbang seleksi pemain terbaik yang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili wilayah Maluku dan Maluku Utara di kancah yang lebih tinggi.

Dalam sambutan pembukaannya, Jhon menjelaskan alasan pemilihan lokasi di Halong, yang letaknya berdekatan dengan markas TNI AL. Hal ini sengaja dipilih demi menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung. Selain dukungan dari unsur militer, panitia juga telah berkoordinasi erat dengan pihak kepolisian dan para Camat di setiap wilayah, serta menyiapkan fasilitas kesehatan dari rumah sakit sebagai langkah antisipasi.

“Kami pilih tempat ini supaya jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, keamanan sudah terjamin. Kami juga bekerja sama dengan polisi dan camat agar acara ini berjalan aman. Kalau tidak aman, lebih baik kita pulang saja,” ujar Jhon di hadapan para pemain dan penonton.

Ia juga menyoroti susunan panitia pelaksana yang dinilai memiliki integritas tinggi dan berlatar belakang pendidikan agama, yang disebutnya sebagai orang-orang berkarakter baik. Menurutnya, kekuatan kegiatan ini bukan hanya terletak pada nama-nama pejabat, melainkan pada semangat kerja sama semua pihak demi kemajuan olahraga.

“Panitia di sini lengkap, mereka orang-orang yang berakhlak dan berilmu. Yang penting bukan pejabatnya yang dihitung, tapi kerja nyatanya. Semua hadir di sini untuk memajukan olahraga dari tingkat kampung,” tegasnya.

Jhon juga mengingatkan agar semangat bertanding tidak berubah menjadi tindakan anarkis atau perilaku buruk di lapangan. Ia mengingatkan pesan Walikota Ambon sebelumnya agar tidak menggunakan cara-cara kasar atau melanggar aturan yang bisa merusak citra sepak bola daerah.

“Namanya saja Liga Kampung, tapi jangan berperilaku seperti yang tidak pantas. Jangan pakai cara-cara kotor. Kita ingin pemain yang disiplin dan berprestasi,” pesannya.

Tujuan utama turnamen ini, tambah Jhon, adalah mencari bibit unggul. Saat ini, wilayah Maluku dan Maluku Utara masih bersatu dalam satu manajemen tim provinsi yang bersaing dengan enam provinsi lain di kawasan Papua. Hingga saat ini, kontingen dari Maluku dan Maluku Utara tercatat sebagai penyumbang pemain terbanyak. Oleh karena itu, ia sangat berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Ambon, yang diwakili Walikota selaku Ketua Umum, untuk mendukung pembinaan talenta muda ini.

“Kami berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain hebat yang akan kami pilih untuk memperkuat tim di tingkat provinsi. Selamat bertanding kepada seluruh peserta dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada panitia yang telah menyusun ajang antar kampung ini dengan baik,” tutup Jhon mengukuhkan pembukaan turnamen ini secara resmi.

Hadir pada turnamen liga kampung, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, ketua DPRD kota Ambon, Anggota DPRD kota Ambon, Kadis Kominfo Kota Ambon.

(H.R)