PEMKAB MALUKU TENGGARA PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA 2026, TEGASKAN KOMITMEN JAGA PERSATUAN DAN PERDAMAIAN
PEMKAB MALUKU TENGGARA PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA 2026, TEGASKAN KOMITMEN JAGA PERSATUAN DAN PERDAMAIAN
Langgur, Tribunnusantara-web.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir (Harla) Pancasila Tahun 2026 di halaman Makodim 1503/Tual, Senin (1/6/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI-Polri, para camat, serta jajaran aparatur sipil negara.
Bupati Maluku Tenggara bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia."
Upacara diawali dengan persiapan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, amanat upacara, hingga pembacaan doa sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Dalam amanat yang dibacakan berdasarkan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, ditegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Disebutkan bahwa tema peringatan tahun ini menegaskan posisi Pancasila sebagai pemersatu bangsa sekaligus fondasi penting dalam membangun perdamaian dunia. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik internasional, Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pedoman moral bangsa Indonesia.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia merupakan contoh nyata bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa. Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia tetap berdiri kokoh karena berpegang pada nilai-nilai luhur Pancasila.
Selain menjadi dasar kehidupan berbangsa, Pancasila juga menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah, keadilan sosial, serta kemanusiaan yang adil dan beradab menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia.
Pemerintah juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan atau hafalan semata.
Kepada para pemimpin daerah dan penyelenggara pemerintahan, disampaikan pesan agar setiap kebijakan publik yang diambil selalu berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial, berpihak kepada masyarakat, serta mampu menjamin hak-hak seluruh warga tanpa diskriminasi.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Maluku Tenggara menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh semangat kebangsaan, serta menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi pembangunan daerah dan bangsa.
Dengan semangat Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Indonesia yang maju, adil, dan damai.
"Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!"
Reporter :
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook