Pemkab Maluku Tenggara Usung Pakaian Adat Nusantara di Hardiknas 2026, Upacara Berlangsung Khidmat dan Penuh Warna Budaya

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 02 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemkab Maluku Tenggara Usung Pakaian Adat Nusantara di Hardiknas 2026, Upacara Berlangsung Khidmat dan Penuh Warna Budaya

Pemkab Maluku Tenggara Usung Pakaian Adat Nusantara di Hardiknas 2026, Upacara Berlangsung Khidmat dan Penuh Warna Budaya

Langgur Tribunnusantara-web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 dengan nuansa berbeda dan sarat makna budaya di Stadion Maren Langgur, Sabtu (02/05/2026).

Seluruh peserta upacara tampil mengenakan pakaian adat Nusantara, menciptakan suasana khidmat sekaligus mempertegas semangat keberagaman dalam dunia pendidikan.

Upacara berlangsung tertib dan penuh penghormatan, dengan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Camat Kei Besar Utara Barat, Hasyim Rengil, dipercaya sebagai pemimpin upacara.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari paskibra gabungan siswa-siswi SMA se-Kota Langgur, drumband SMA Sanata Karya Langgur, hingga aubade gabungan siswa-siswi SMP. Kehadiran para guru, orang tua siswa, serta masyarakat turut menambah kekhidmatan peringatan Hardiknas tahun ini.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Maluku Tenggara Stepanus Layanan, unsur Forkopimda, staf ahli bupati, asisten sekretariat daerah, pimpinan OPD, para camat, para rat (raja), pimpinan dan anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya.

Dalam upacara itu, Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.      

Dalam amanatnya ditegaskan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, yang dilaksanakan dengan tulus, penuh kasih sayang, serta bertujuan menumbuhkan potensi peserta didik sebagai makhluk yang mulia,” demikian salah satu poin dalam pidato tersebut.

Pidato itu juga menyoroti pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai sistem pendidikan “among” yang menekankan tiga prinsip utama, yakni asah (pengembangan ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan), yang dinilai masih relevan dalam pembentukan karakter generasi bangsa.

Lebih lanjut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan lima kebijakan strategis dalam peningkatan mutu pendidikan nasional, yaitu revitalisasi sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk keluarga, masyarakat, dan dunia usaha.

“Tanpa pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus, berbagai kebijakan pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa makna,” tegasnya dalam pidato tersebut.

Peringatan Hardiknas 2026 di Maluku Tenggara ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan dalam keberagaman budaya Indonesia.       Penggunaan pakaian adat Nusantara menjadi pesan bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Dengan semangat Hardiknas, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

"Elang'