PEMKAB MBD GELAR MUSRENBANG RKPD 2027, FOKUS PERKUAT EKONOMI DAERAH DAN PELAYANAN PUBLIK

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 18 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PEMKAB MBD GELAR MUSRENBANG RKPD 2027, FOKUS PERKUAT EKONOMI DAERAH DAN PELAYANAN PUBLIK

TIAKUR, MALUKU BARAT DAYA —TRIBUN NUSANTARA - Web - id - / Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Forum Lintas Perangkat Daerah dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Tiakur, Senin (18/5/2026). Forum strategis tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab MBD dalam menyusun langkah pembangunan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan gugus kepulauan.

Kegiatan dibuka langsung Wakil Bupati MBD, Agustinus L. Kilikily, dan dihadiri Sekretaris Daerah, staf ahli bupati, para asisten sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, Lurah Tiakur, hingga kepala desa se-Kabupaten Maluku Barat Daya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Musrenbang RKPD Tahun 2027 memiliki arti strategis karena memasuki tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sekaligus menjadi fondasi awal menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten MBD Tahun 2025–2045.

Menurutnya, pelaksanaan Musrenbang tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.

“Musrenbang ini menjadi wadah penting untuk memastikan seluruh program pembangunan daerah berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Agustinus L. Kilikily.

Penyusunan RKPD Tahun 2027 diarahkan untuk mendukung visi pembangunan daerah yakni “Terwujudnya Maluku Barat Daya yang Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing Berbasis Sumber Daya Alam dan Kearifan Lokal pada Pulau dan Gugus Kepulauan dalam Bingkai NKRI.”

Dalam menghadapi tantangan penurunan alokasi dana transfer pusat ke daerah pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten MBD menetapkan tema pembangunan tahun 2027 yaitu “Peningkatan Perekonomian Berbasis Potensi Unggulan Lokal, Pemerataan Infrastruktur, dan Peningkatan Pelayanan Publik.”

Tema tersebut kemudian dijabarkan ke dalam tiga prioritas utama pembangunan daerah, yakni peningkatan perekonomian berbasis potensi unggulan lokal di setiap wilayah, pemerataan akses infrastruktur dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, serta optimalisasi kualitas pelayanan publik guna meningkatkan kepuasan masyarakat.

Wakil Bupati juga memaparkan sejumlah capaian indikator makro daerah tahun 2025. Tingkat kemiskinan di Kabupaten MBD tercatat mengalami penurunan dari 27,95 persen pada 2024 menjadi 27,65 persen pada 2025. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 68,66 persen.

Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya perlambatan pertumbuhan ekonomi tanpa sektor bijih logam yang berada di angka 3,44 persen serta meningkatnya tingkat pengangguran terbuka menjadi 2,69 persen.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten MBD menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2027 mencapai 5,55 hingga 6,05 persen. Selain itu, angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi 26,48 persen dan tingkat pengangguran terbuka ditekan hingga 2,43 persen.

Dalam arahannya, Wakil Bupati meminta seluruh perangkat daerah agar mengintegrasikan program kerja daerah dengan program prioritas nasional, termasuk program makan bergizi gratis, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta percepatan penurunan prevalensi stunting.

Ia juga menyoroti belum dilakukannya penginputan data Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) oleh sejumlah kecamatan di wilayah MBD.

“Hal ini sangat berpengaruh terhadap penganggaran tahun 2027 hingga 2029. Saya meminta Sekda memberikan arahan khusus kepada OPD maupun kecamatan yang belum menginput atau programnya belum selaras dengan 17 program unggulan daerah,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan Musrenbang RKPD Tahun 2027 tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya berharap seluruh proses perencanaan pembangunan dapat menghasilkan program yang fokus, berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di bumi Kalwedo.

(KAREL MOA)