PEMKAB MIMIKA DIMINTA SEGERA SELESAIKAN STATUS TANAH TK DI MIMIKA TIMUR: REMON TANSER HARAP ANAK-ANAK KEMBALI BELAJAR DENGAN LAYAK

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 07 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PEMKAB MIMIKA DIMINTA SEGERA SELESAIKAN STATUS TANAH TK DI MIMIKA TIMUR: REMON TANSER HARAP ANAK-ANAK KEMBALI BELAJAR DENGAN LAYAK

MIMIKA –TribunNusantara-web.id Persoalan status tanah yang belum jelas kembali menjadi perhatian serius di Distrik Mimika Timur. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini, khususnya aktivitas Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang selama ini menghadapi berbagai kendala akibat persoalan lahan.

Kepala Distrik Mimika Timur, Remon Tanser, S.Sos, menyampaikan apresiasi kepada Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau dan menangani persoalan tersebut.

Tim terpadu tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah dan instansi terkait, termasuk Dinas Perumahan, unsur hukum, pengelolaan aset daerah, pertanahan, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelesaian persoalan tanah.

Menurut Remon Tanser, kehadiran tim terpadu menjadi harapan baru bagi masyarakat Mimika Timur, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan kepastian tempat belajar yang layak dan aman.

-STATUS TANAH BELUM JELAS, SEKOLAH TERPAKSA BERPINDAH-PINDAH

Remon mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi TK yang selama ini harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan status tanah.

Menurutnya, anak-anak usia dini seharusnya dapat memperoleh pendidikan dengan nyaman dan memiliki tempat belajar yang tetap. Namun, persoalan lahan menyebabkan aktivitas pendidikan di sejumlah TK dan PAUD mengalami hambatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada tim terpadu yang sudah turun. Saya berharap ke depan persoalan sekolah TK yang ada di Mimika Timur dapat segera diselesaikan dan sekolah dapat kembali diaktifkan,” ujar Remon Tanser.

Ia mengaku sangat prihatin melihat kondisi pendidikan anak-anak yang harus terdampak akibat persoalan administrasi dan status kepemilikan tanah.

Menurutnya, persoalan tanah tidak boleh terus-menerus menjadi alasan yang mengorbankan masa depan generasi muda.

“Sebagai Kepala Distrik, saya sangat prihatin melihat kondisi sekolah TK yang harus berpindah-pindah tempat karena status tanah yang belum jelas,” tegasnya.

-BANGUNAN SUDAH ADA, NAMUN PERSOALAN TANAH MASIH MENJADI KENDALA

Ironisnya, di lokasi tertentu bangunan TK telah dibangun, namun persoalan status tanah masih menjadi hambatan yang harus segera diselesaikan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah distrik dan masyarakat karena fasilitas pendidikan yang seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan anak-anak justru belum dapat digunakan secara maksimal.

Remon berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut dan segera mengambil langkah konkret.

Pendidikan anak usia dini, menurutnya, merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi Mimika.

Karena itu, penyelesaian persoalan tanah harus dilakukan secara cepat, transparan dan mengutamakan kepentingan masyarakat serta masa depan anak-anak.

-PEMERINTAH DIMINTA HADIR UNTUK MASA DEPAN ANAK-ANAK

Kepala Distrik Mimika Timur berharap proses penyelesaian persoalan tanah dapat segera menemukan titik terang melalui koordinasi antara pemerintah, pemilik tanah dan seluruh pihak terkait.

Ia menyampaikan bahwa tim terpadu telah melakukan komunikasi awal dan akan melanjutkan proses koordinasi serta diskusi dengan pihak pemilik tanah.

“Tadi sudah disampaikan bahwa pihak-pihak yang berkaitan dengan tanah akan berdiskusi. Tim terpadu nantinya akan menentukan langkah-langkah selanjutnya dan melakukan koordinasi kembali dengan kami di distrik,” jelasnya.

Remon menegaskan bahwa Pemerintah Distrik Mimika Timur siap mendukung seluruh proses penyelesaian yang dilakukan pemerintah daerah.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan dapat segera menghasilkan solusi yang memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

-HARAPAN AGAR TK DAN PAUD KEMBALI AKTIF

Harapan terbesar masyarakat Mimika Timur adalah agar sekolah TK dan PAUD yang mengalami persoalan dapat segera diaktifkan kembali.

Remon Tanser menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh kehilangan kesempatan untuk belajar hanya karena persoalan status tanah yang belum terselesaikan.

“Harapan kami, persoalan TK yang sedang bermasalah ini dapat segera diselesaikan oleh pemerintah, sehingga anak-anak bisa kembali belajar seperti biasa,” katanya.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa setiap anak memiliki akses terhadap fasilitas pendidikan yang aman, layak dan berkelanjutan.

-PENDIDIKAN ANAK ADALAH INVESTASI MASA DEPAN MIMIKA

Persoalan TK dan PAUD di Mimika Timur kini menjadi perhatian penting yang membutuhkan langkah cepat dan kerja sama semua pihak.

Turunnya Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Mimika diharapkan menjadi awal penyelesaian terhadap persoalan yang selama ini menghambat aktivitas pendidikan anak-anak.

Masyarakat kini berharap proses koordinasi antara pemerintah dan pemilik tanah dapat berjalan dengan baik sehingga status lahan segera memperoleh kepastian.

Tidak ada persoalan yang boleh lebih besar daripada masa depan anak-anak.

Anak-anak Mimika Timur membutuhkan ruang belajar, pendidikan yang layak dan kepastian untuk membangun masa depan mereka.

Pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat bersama-sama menemukan solusi terbaik, agar TK dan PAUD di Mimika Timur kembali aktif dan anak-anak dapat belajar dengan aman, nyaman dan penuh harapan.

“SELESAIKAN STATUS TANAH, AKTIFKAN KEMBALI SEKOLAH, DAN SELAMATKAN MASA DEPAN ANAK-ANAK MIMIKA TIMUR.”

REMON TANSER, S.Sos

Kepala Distrik Mimika Timur

?? Redaksi penulis:M.G.FAKAUBUN

EDITOR: HALIMAH REHATTA