PEMKAB MIMIKA DORONG PELESTARIAN BUDAYA: TRADISI DAN PERMAINAN RAKYAT JANGAN SAMPAI HILANG DITELAN ZAMAN

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 06 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PEMKAB MIMIKA DORONG PELESTARIAN BUDAYA: TRADISI DAN PERMAINAN RAKYAT JANGAN SAMPAI HILANG DITELAN ZAMAN

MIMIKA, PAPUA TENGAH — TribunNusantara-web.id Perkembangan zaman dan pesatnya pembangunan daerah tidak boleh menjadi alasan hilangnya identitas budaya masyarakat adat. Berangkat dari keprihatinan terhadap sejumlah tradisi, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai jarang terlihat di tengah kehidupan masyarakat, pemerintah bersama berbagai pihak kini mendorong langkah nyata untuk mengangkat kembali kekayaan budaya yang selama ini mulai “tenggelam”.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika, Daniel Orun, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan Kota Timika yang semakin pesat.

Menurutnya, banyak kegiatan budaya dan adat istiadat masyarakat yang selama ini belum terdokumentasikan dan belum mendapat perhatian maksimal. Jika tidak segera diangkat dan diwariskan kepada generasi muda, berbagai warisan budaya tersebut dikhawatirkan perlahan menghilang.

«“Kegiatan budaya dan pokok-pokok pikiran yang selama ini mungkin sudah mulai tenggelam di tengah masyarakat harus kembali kita angkat. Adat istiadat, tradisi, dan berbagai kegiatan budaya jangan sampai hilang karena perkembangan zaman dan pembangunan yang terus terjadi di Kabupaten Mimika,” ujar Daniel Orun.»

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama yang melibatkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, unsur kementerian terkait pelestarian kebudayaan, serta berbagai pihak dan tim yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan warisan budaya masyarakat Mimika.

-BUDAYA ADALAH IDENTITAS, BUKAN SEKADAR KENANGAN

Daniel menekankan bahwa kebudayaan bukan hanya peninggalan masa lalu. Budaya adalah identitas, jati diri, dan kekuatan masyarakat yang harus tetap hidup dari generasi ke generasi.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan komunikasi langsung dengan masyarakat di berbagai kampung dan distrik.

Kegiatan tersebut diawali dengan pertemuan bersama masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk masyarakat yang berada di sekitar kampung-kampung dalam lingkup wilayah Mimika. Setelah itu, tim akan melanjutkan kegiatan ke sejumlah distrik untuk bertemu langsung dengan masyarakat adat dan tokoh-tokoh lokal.

Menurut Daniel, sebelum tim turun langsung ke sejumlah wilayah, komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat telah dilakukan terlebih dahulu.

Masyarakat dari berbagai kampung telah dikumpulkan dan diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang mereka miliki.

“Harapan kami, informasi dan pengetahuan yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat diteruskan kembali kepada masyarakat di kampung-kampung. Masyarakat harus semakin kuat dalam menjaga identitasnya dan jangan sampai kebudayaan mereka hilang,” tegasnya.

-PERMAINAN TRADISIONAL AKAN DIANGKAT KEMBALI

Salah satu perhatian utama dalam kegiatan pelestarian tersebut adalah keberadaan permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan oleh generasi muda.

Daniel menyampaikan bahwa berbagai permainan rakyat dan tradisional merupakan bagian penting dari kekayaan budaya yang perlu didokumentasikan, diperkenalkan kembali, serta diwariskan kepada anak-anak dan generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, permainan tradisional perlahan mulai tergeser oleh permainan digital dan gaya hidup modern.

Padahal, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, kerja sama, sportivitas, pendidikan karakter, serta filosofi kehidupan masyarakat adat.

“Contohnya ada beberapa permainan tradisional yang harus kita angkat kembali. Jangan sampai anak-anak dan generasi muda kita tidak lagi mengetahui permainan dan budaya yang diwariskan oleh leluhur mereka,” ungkapnya.

-JAGA WARISAN UNTUK GENERASI MENDATANG

Upaya pelestarian budaya ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Pemerintah bersama masyarakat diharapkan dapat membangun gerakan bersama untuk mendata, mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Mimika kepada generasi muda.

Selain menjaga identitas masyarakat adat, pelestarian budaya juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kekayaan adat istiadat, tradisi, seni, permainan rakyat, serta nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi kekuatan budaya Mimika yang dikenal tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga hingga dunia internasional.

Daniel Orun berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pembangunan boleh terus berkembang, kota boleh semakin maju, tetapi identitas budaya masyarakat tidak boleh hilang. Budaya harus tetap hidup, dikenal, dijaga, dan diwariskan kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya.

-BUDAYA MIMIKA HARUS BANGKIT!

Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Ketika tradisi mulai dilupakan, permainan tradisional mulai hilang, dan generasi muda semakin jauh dari akar budayanya, maka diperlukan langkah bersama untuk membangkitkan kembali semangat pelestarian.

Mimika sedang bergerak untuk menjaga akar budayanya.

Karena sebuah daerah yang maju bukanlah daerah yang meninggalkan masa lalunya, tetapi daerah yang mampu berkembang tanpa kehilangan identitas dan jati dirinya.

Penulis: M.G.FAKAUBUN