Pemkab Mimika Tantang GMNI Tak Sekadar Berdiskusi, Tapi Jadi Mitra Kritis Pengawal Pembangunan Daerah

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 27 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemkab Mimika Tantang GMNI Tak Sekadar Berdiskusi, Tapi Jadi Mitra Kritis Pengawal Pembangunan Daerah

Pemkab Mimika Tantang GMNI Tak Sekadar Berdiskusi, Tapi Jadi Mitra Kritis Pengawal Pembangunan Daerah

Timika, Tribunnusantara-web.id  – Pemerintah Kabupaten Mimika mengirimkan pesan tegas kepada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mimika agar tidak berhenti sebagai organisasi yang hanya aktif menggelar forum dan diskusi, tetapi tampil sebagai kekuatan intelektual yang berani mengawal, mengkritisi, sekaligus memberi solusi bagi pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Fransiskus Bokeyau, saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) GMNI Cabang Mimika Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun arah perjuangan, sekaligus melahirkan kepemimpinan baru yang memiliki integritas, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat.

Fransiskus mengingatkan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi. Namun, seluruh kader diminta mengedepankan demokrasi yang sehat serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

  "Perbedaan pandangan adalah bagian dari demokrasi organisasi. Namun persatuan, persaudaraan, dan semangat kekeluargaan harus tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas GMNI," tegasnya.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap GMNI terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, jiwa kepemimpinan, serta keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, kekuatan moral, sekaligus kontrol sosial yang selama ini menjadi pilar penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika membutuhkan gagasan segar, inovasi, serta kritik yang konstruktif dari generasi muda untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Pemerintah daerah membutuhkan energi positif, inovasi, dan semangat kritis generasi muda dalam mempercepat pembangunan Mimika," ujarnya.

Fransiskus juga memastikan Pemerintah Kabupaten Mimika membuka ruang dialog dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan serta kemahasiswaan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh kader menjadikan Konfercab sebagai momentum memperkuat persatuan, melahirkan pemimpin yang amanah, dan memperbesar kontribusi GMNI bagi masyarakat.

  "Mari jadikan Konferensi Cabang ini sebagai momentum memperkuat persatuan, melahirkan kepemimpinan yang amanah, serta menghadirkan GMNI yang semakin progresif dalam mengawal pembangunan daerah dan mengabdi kepada rakyat," tutupnya.

Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Fransiskus Bokeyau, mewakili Bupati Mimika, secara resmi membuka Konferensi Cabang III Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mimika Tahun 2026.

Editor: Bruce Elang