Pemuda Maluku Barat Daya Digugah Jadi Penentu Indonesia Emas Lewat FGD di Kampus PSDKU Unpatti Tiakur

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 03 Oktober 2025

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemuda Maluku Barat Daya Digugah Jadi Penentu Indonesia Emas Lewat FGD di Kampus PSDKU Unpatti Tiakur

Tiakur, Maluku Barat Daya – TribunNusantara-Web.id. Rabu, 1 Oktober 2025, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Julietty A. Frans, S.Pd, menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Kampus PSDKU Universitas Pattimura (Unpatti) Maluku Barat Daya, Tiakur. Kegiatan ini mengusung tema yang sarat makna:
“Menggali Potensi, Menyulam Tekad: Ekonomi Pemuda Penentu Indonesia Emas atau Cemas?”

Mahasiswa Sebagai Generasi Penentu

Dalam penyampaiannya, Julietty menekankan bahwa alasan utama memilih Kampus PSDKU Unpatti sebagai lokasi kegiatan adalah karena para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menimba ilmu di sini merupakan calon generasi emas Indonesia, sekaligus generasi emas Maluku Barat Daya. Mereka adalah kelompok muda yang kelak akan menentukan apakah bangsa Indonesia benar-benar menuju Indonesia Emas 2045 atau justru menghadapi tantangan besar yang berujung pada kecemasan.

Saya percaya, mahasiswa dan mahasiswi yang saat ini duduk di bangku kuliah adalah tonggak generasi emas. Suatu saat nanti, kalianlah yang akan menentukan apakah Indonesia akan menjadi bangsa yang benar-benar emas, atau justru cemas. Karena itu, belajarlah sungguh-sungguh, siapkan diri, dan jangan pernah berhenti bermimpi besar untuk Maluku Barat Daya dan Indonesia,” ujar Julietty penuh semangat.

Pemuda Harus Mandiri dan Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Julietty juga menekankan bahwa keberhasilan seorang pemuda tidak boleh hanya diukur dari status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya, pemuda harus mampu mandiri, berani menciptakan peluang, serta menjadi motor penggerak dalam dunia usaha.

Ia mendorong mahasiswa agar berani terjun ke dunia kewirausahaan, baik di bidang pertanian, peternakan, kelautan-perikanan, maupun usaha mikro dan kreatif lainnya. Maluku Barat Daya memiliki potensi ekonomi yang besar, dan hal itu membutuhkan sentuhan tangan-tangan muda yang berani berinovasi.

Kita butuh pemuda yang tangguh, berani berinovasi, dan mau mengambil peran dalam pembangunan ekonomi. Jangan terpaku hanya pada impian menjadi pegawai, tapi jadilah pencipta lapangan kerja. Itulah semangat Indonesia Emas yang sesungguhnya,” tegas Julietty.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Kegiatan FGD ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pertanian MBD, Kepala Dinas Pendidikan MBD, Kepala Dinas Perindakop MBD, para dosen PSDKU Unpatti, serta jajaran SKPD lain yang turut memberikan perhatian.

Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menunjukkan bahwa pembangunan pemuda bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan sebuah sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk membekali generasi muda MBD agar siap menyongsong tantangan masa depan.

Pemuda sebagai Penentu Indonesia Emas

Julietty berharap agar kegiatan FGD ini tidak berhenti sebatas forum diskusi, melainkan menjadi pemicu gerakan nyata. Ia meyakini bahwa pemuda Maluku Barat Daya memiliki kapasitas dan potensi besar untuk tampil sebagai pelopor perubahan, terutama dalam sektor ekonomi dan pembangunan daerah.

Jangan pernah takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Jadilah generasi yang mandiri, kreatif, dan pantang menyerah. Dari Maluku Barat Daya, kita bisa ikut menentukan masa depan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya memberi motivasi
Semangat dan Tanggung Jawab Generasi Muda

Momentum FGD ini juga menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pemuda tidak sekadar menimba ilmu, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Maluku Barat Daya membutuhkan pemuda yang mampu berdiri tegak, mengangkat potensi daerah, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Mahasiswa PSDKU Unpatti Tiakur diingatkan bahwa mereka bukan hanya penerus, melainkan penentu arah bangsa. Dengan segala potensi alam, budaya, dan sumber daya manusianya, Maluku Barat Daya siap melahirkan generasi emas yang akan membawa harum nama daerah dan Indonesia di mata dunia.

Kegiatan FGD ini menandai langkah penting bahwa pemuda tidak boleh lagi pasif menunggu kesempatan, melainkan harus berani menciptakan peluang, mengembangkan kreativitas, dan membangun kemandirian. Dari kampus, pemuda MBD diharapkan lahir sebagai tokoh-tokoh perubahan yang tidak hanya membanggakan daerahnya, tetapi juga mampu menorehkan sejarah emas bagi bangsa Indonesia.

Dari Maluku Barat Daya untuk Indonesia, semangat pemuda adalah nyala obor yang akan menuntun perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045
 

Writter : KAREL