Pemuda Muhammadiyah Malra Serukan Gencatan Senjata Psikis di Danar: "Kembalilah ke Falsafah Ain ni Ain"
Langgur, TribunNusantara.web.id | [29/03/2026]- Menyikapi eskalasi ketegangan yang terjadi di wilayah Danar dan sekitarnya, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Kab. Maluku Tenggara Rahmat H. Reliubun mengeluarkan pernyataan resmi sebagai imbauan moral bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
?Dalam keterangannya kepada pers, Ketua PD PM Maluku Tenggara menegaskan beberapa poin krusial demi memulihkan kondusivitas di Bumi Larvul Ngabal :
?
1. Hentikan Provokasi dan Menahan Diri
?"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh pemuda, baik yang berada di lokasi kejadian maupun yang memantau dari jauh, untuk melakukan 'gencatan senjata psikis'. Berhenti memprovokasi dan berhenti terprovokasi. Mari kita beri kesempatan bagi hati nurani untuk bicara di atas amarah," tegas Ketua PDPM.
?
2. Manifestasi Hukum Adat Larvul Ngabal
?Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara mengingatkan bahwa pertikaian antar saudara adalah luka bagi identitas orang Kei.
?"Kita punya hukum Larvul Ngabal dan falsafah Ain ni Ain. Itu bukan sekadar slogan, tapi jati diri. Jika kita saling menyakiti, maka kita sedang merusak martabat leluhur kita sendiri. Tidak ada kemenangan dalam pertikaian antar saudara, yang ada hanyalah kerugian kolektif".
3. Dukungan penuh pada Penegakan Hukum
?PDPM Maluku Tenggara menyerahkan sepenuhnya proses pengamanan dan resolusi konflik kepada pihak TNI dan Polri. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan mempercayakan stabilitas keamanan kepada aparat berwenang agar proses hukum berjalan objektif.
4. Warning Terhadap "Provokator Digital"
?Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Maluku Tenggara juga menyoroti peran media sosial yang seringkali memperkeruh suasana.
"Saya instruksikan kepada seluruh kader dan mengimbau warga net untuk tidak menyebar foto, video, atau narasi yang memicu sentimen. Jangan biarkan jempol kita menjadi penyebab tumpahnya darah saudara kita di lapangan."
?
5. Ajakan Dialog bagi Tokoh Pemuda
?Sebagai penutup, Pemuda Muhammadiyah mengajak seluruh pimpinan organisasi kepemudaan dan tokoh adat di Danar untuk duduk bersama. "Pemuda harus menjadi jembatan perdamaian (bridge builder), bukan pemantik api. Kita butuh dialog yang bermartabat untuk mencari solusi jangka panjang bagi Danar."
?Penutup :
"Perdamaian adalah jalan tunggal menuju kemajuan. Mari kita jaga Maluku Tenggara sebagai rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak cucu kita".
Konflik hanya akan memundurkan peradaban kita. Mari kita wariskan kedamaian bagi generasi mendatang. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa menjaga Bumi Larvul Ngabal dalam naungan kasih-Nya.
Mari kita jaga kehormatan daerah kita dengan mewujudkan perdamaian yang hakiki. Maluku Tenggara yang maju hanya bisa dicapai dalam suasana yang aman, kondusif, dan penuh kasih sayang (Fangnanan).








































Komentar via Facebook