Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara Apresiasi Langkah Kapolda Jaga Stabilitas di Kota Tual

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 26 Februari 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara Apresiasi Langkah Kapolda Jaga Stabilitas di Kota Tual

Tual, TribunNusantara.web.id | Langkah cepat Kepala Kepolisian Daerah Maluku merespons dinamika keamanan di Kota Tual menuai apresiasi dari kalangan pemuda. Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Maluku Tenggara, Rahmat H. Reliubun, menyatakan dukungan penuh atas kepemimpinan Kapolda dalam memimpin langsung konsolidasi keamanan di wilayah tersebut.

Menurut Rahmat, kehadiran Kapolda di lapangan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sinyal kuat bahwa negara hadir menjamin rasa aman masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolda Maluku yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas di wilayah ‘Kota Tual Bumi Maren’. Kehadiran beliau secara langsung untuk memimpin konsolidasi adalah bukti bahwa negara hadir untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat Kota Tual dan sekitarnya,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat.

Lebih dari Sekadar Penegakan Hukum

Rahmat menilai pendekatan yang dilakukan Kapolda tidak semata menitikberatkan pada aspek penegakan hukum. Ia melihat adanya upaya persuasif yang merangkul berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama meredakan ketegangan.

“Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga pendekatan persuasif yang merangkul semua elemen. Konsolidasi ini sangat krusial untuk mendinginkan suasana dan mencegah potensi konflik meluas,” katanya.

Bagi Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Tanpa rasa aman, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat akan terganggu, bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap daerah.

### Imbauan Tidak Terprovokasi

Dalam kesempatan yang sama, Rahmat mengajak seluruh elemen pemuda dan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas di lingkungan masing-masing.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan pemuda dan masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bantu institusi Kepolisian dengan menjaga kondusivitas. Keamanan adalah modal utama kita dalam membangun daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, stabilitas keamanan di Kota Tual merupakan tanggung jawab kolektif. Kehadiran Kapolda, kata dia, memberi suntikan moral bagi kalangan muda untuk terus merawat nilai-nilai kebangsaan di Bumi Larwul Ngabal dan Bumi Maren—dua entitas kultural yang menjadi identitas masyarakat Maluku Tenggara dan Tual.

Bagi Pemuda Muhammadiyah, momentum ini bukan hanya tentang meredakan konflik, melainkan juga memperkuat solidaritas sosial. Di tengah dinamika yang sempat memanas, mereka melihat peluang untuk meneguhkan kembali semangat persaudaraan dan komitmen bersama menjaga harmoni daerah.

Stabilitas, pada akhirnya, bukan hanya tugas aparat. Ia adalah kerja panjang seluruh warga—terutama generasi muda—yang menjadi penentu wajah Maluku di masa mendatang.