Pemulihan Dikebut, Presiden Apresiasi Progres Pascabencana di Sumatera
Aceh, TribunNusantara.web.id | Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera mulai menunjukkan hasil yang nyata. Pemerintah mengklaim sebagian besar infrastruktur dasar telah kembali berfungsi, sementara aktivitas ekonomi perlahan bangkit di tengah masyarakat.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas percepatan tersebut.
“Jalan nasional dan provinsi sudah terbuka, listrik hampir seluruh wilayah sudah hidup,” kata Tito di Aceh Tamiang, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurut dia, pemulihan tidak hanya menyasar infrastruktur fisik. Layanan dasar seperti kesehatan dan komunikasi juga telah kembali berjalan. Puskesmas dan rumah sakit di wilayah terdampak yang mencakup puluhan kabupaten/kota disebut sudah beroperasi normal. Akses internet pun, kata dia, tidak lagi menjadi kendala utama.
Indikator lain terlihat dari denyut ekonomi lokal. Pasar-pasar yang sempat lumpuh kini kembali beroperasi. Di sejumlah titik di Aceh Tamiang, aktivitas jual beli bahkan terlihat ramai. “Masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas,” ujar Tito.
Pemerintah juga mengklaim penanganan pengungsi mengalami kemajuan. Warga yang sebelumnya tinggal di tenda darurat telah dipindahkan ke hunian sementara. Meski begitu, fase ini masih menyisakan tantangan, terutama terkait keberlanjutan hunian tetap dan pemulihan mata pencaharian.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang, termasuk pelaksanaan salat Idulfitri bersama para penyintas, menjadi simbol kehadiran negara di tengah proses pemulihan. Tito menilai langkah tersebut mencerminkan perhatian langsung kepala negara terhadap wilayah terdampak, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Namun, simbolisme saja tidak cukup. Keberhasilan pemulihan akan sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah dalam menuntaskan pekerjaan lanjutan—mulai dari pembangunan infrastruktur permanen hingga pemulihan sektor ekonomi warga.
Satgas PRR, kata Tito, berkomitmen menjaga laju percepatan tersebut. “Kita ingin kondisi benar-benar pulih dan kembali normal sepenuhnya,” ujarnya.
Di tengah klaim progres signifikan itu, publik kini menunggu satu hal yang lebih konkret: kapan pemulihan benar-benar selesai, bukan sekadar mendekati normal.








































Komentar via Facebook