Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
Pendidikan Berkualitas Jadi Kunci Indonesia Maju 2045
Golkarianus Ubra. S.Pd. CPSE Guru SMA Negri 1 Tual
Tual, Tribunnusantara-web.id Pendidikan berkualitas dinilai menjadi faktor utama dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Hal ini sejalan dengan cita-cita “Indonesia Emas 2045” yang menekankan pentingnya sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global.30/04/2026
Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, sejak lama menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya memanusiakan manusia melalui pembentukan karakter dan budi pekerti.
Namun, hingga kini dunia pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih terjadi.
Di sejumlah wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara dan Kota Tual, keterbatasan sarana dan prasarana, distribusi guru yang belum merata, serta akses teknologi yang terbatas menjadi kendala utama.
Selain itu, kualitas pembelajaran juga dinilai belum optimal.
Praktik pendidikan yang masih berorientasi pada hafalan dinilai belum mampu mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan pemecahan masalah yang dibutuhkan di era globalisasi.
Pemerintah melalui kebijakan Merdeka Belajar telah berupaya mendorong inovasi dalam pembelajaran. Program ini memberikan fleksibilitas kepada sekolah dan guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual. Meski demikian, implementasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung.
Peran guru juga menjadi sorotan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dinilai penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperluas akses terhadap sumber belajar.
Namun, kesenjangan literasi digital antara wilayah masih menjadi tantangan yang perlu diatasi agar tidak memperlebar disparitas pendidikan.
Pendidikan juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti integritas, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah derasnya arus globalisasi.
Pemerintah daerah dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan sekolah dan orang tua.
Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa upaya mewujudkan pendidikan berkualitas masih membutuhkan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak.
Pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Maju 2045."tutup Ibra.
"Elang"








































Komentar via Facebook