Pendidikan Papua: Janji yang Terus Diulang, Realita yang Tak Kunjung Tuntas.
Pendidikan Papua: Janji yang Terus Diulang, Realita yang Tak Kunjung Tuntas.
Mimika, Tribunnusantara-web.id Salah satu bakal Calon KNPI Kab Mimika tahun 2026/2031 Bung Arif Letsoin dalam percakapan di salah satu group WhatsAp,dirinya mengatakan bahwa Wajah pendidikan di Papua hari ini bukan sekadar potret ketertinggalan—ia adalah bukti nyata dari pekerjaan besar yang terus diabaikan.02/05/2026.
Di tengah gencarnya narasi pembangunan, fakta di lapangan masih berbicara lain: akses terbatas, fasilitas minim, dan ketimpangan yang seolah dibiarkan menjadi hal biasa.
Setiap tahun, peringatan Hari Pendidikan Nasional datang dengan seremonial dan slogan. Namun bagi banyak anak di Tanah Papua, pendidikan masih menjadi kemewahan, bukan hak yang dijamin sepenuhnya.
Ini bukan lagi soal kurang perhatian—ini soal kegagalan kolektif yang terus berulang.
Bakal calon Ketua KNPI Mimika periode 2026–2031, Bung Arif Letsoin, menegaskan bahwa pendidikan adalah isu paling mendasar yang tidak boleh lagi dipinggirkan.
Di Tanah Kehormatan Bumi Amungsa, Tanah Kamoro, perjuangan pendidikan bukan sekadar wacana, tetapi kebutuhan mendesak yang menuntut aksi nyata, bukan janji kosong.
“Kalau pendidikan terus dibiarkan seperti ini, kita sedang mewariskan ketidakadilan,” tegasnya.
Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 seharusnya tidak berhenti pada ucapan dan seremoni. Ini adalah saat yang tepat untuk menagih tanggung jawab—dari pemerintah, pemangku kebijakan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Papua tidak butuh simpati. Papua butuh keberpihakan dan tindakan nyata.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.
Cukup sudah retorika—saatnya bekerja.
“GF”








































Komentar via Facebook