PEREMPUAN BANGSA MIMIKA MULAI DIBENTUK, YUSTINA KWALIK TERPILIH AKLAMASI
PEREMPUAN BANGSA MIMIKA MULAI DIBENTUK, YUSTINA KWALIK TERPILIH AKLAMASI
Perempuan Papua didorong tampil sebagai penggerak pembangunan, penguatan ekonomi keluarga, hingga pengambil kebijakan
TIMIKA, PAPUA TENGAH Tribunnusantara-web.id — Upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan di Kabupaten Mimika memasuki babak baru. Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika periode 2026–2031 mulai dibentuk melalui rapat konsolidasi dan silaturahmi yang digelar di Sekretariat DPC PKB Kabupaten Mimika, Jalan Poros Charitas SP2, Timika, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut difasilitasi DPC PKB Kabupaten Mimika dan dihadiri jajaran Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah. Hadir Ketua Umum Yuliana Amisim, SE., Sekretaris Umum Windy Kalbi, SE., serta Bendahara Umum Hj. Munira.
Dari DPC PKB Kabupaten Mimika, hadir Ketua Dewan Tanfidz Hj. Peggi Patrisia Pattipi dan Sekretaris DPC PKB Kabupaten Mimika, Syarif Lacoro, S.Kom.
Yustina Kwalik Terpilih Secara Aklamasi
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembentukan Pengurus Cabang Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika.
Dalam forum tersebut, Yustina Kwalik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua sekaligus Pimpinan Formatur untuk menyusun struktur kepengurusan Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika periode 2026–2031.
Terpilihnya Yustina secara aklamasi menjadi langkah awal untuk membangun organisasi perempuan yang lebih kuat, terbuka, inklusif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai pimpinan formatur, Yustina akan menyusun komposisi kepengurusan dengan mempertimbangkan keterwakilan serta potensi perempuan di Kabupaten Mimika.
Kepengurusan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai struktur organisasi semata, tetapi menjadi wadah bagi perempuan untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas, membangun jaringan, mengembangkan kreativitas, serta mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Perempuan Jangan Hanya Jadi Penonton
Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Mimika, Hj. Peggi Patrisia Pattipi, menilai pembentukan Perempuan Bangsa memiliki arti strategis dalam memperkuat posisi perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
Menurut Peggi, perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Perempuan harus tampil sebagai pelaku, penggerak, sekaligus bagian dari proses pengambilan keputusan.
“Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran strategis perempuan sebagai pilar utama penggerak kemajuan,” ujar Peggi.»
Ia mengatakan ruang perjuangan perempuan harus terbuka di berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat hingga politik.
Perhatian terhadap mama-mama Papua juga dinilai penting, terutama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga dan mengembangkan usaha masyarakat.
Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga, menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membentuk kualitas generasi masa depan.
Karena itu, Perempuan Bangsa diharapkan mampu menjadi ruang bersama untuk melahirkan perempuan-perempuan yang berani berkarya, menyampaikan gagasan, membangun usaha, serta mengambil bagian dalam pembangunan Mimika dan Papua Tengah.
Delapan Kabupaten Ditargetkan Segera Terbentuk
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Wilayah Perempuan Bangsa Provinsi Papua Tengah, Yuliana Amisim, SE., memberikan apresiasi terhadap proses awal pembentukan kepengurusan di Kabupaten Mimika.
Yuliana berharap kepengurusan Perempuan Bangsa dapat segera terbentuk di seluruh delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Dengan terbentuknya seluruh kepengurusan cabang, kata dia, proses konsolidasi organisasi dapat diperkuat dan selanjutnya dilakukan pelantikan secara bersama sesuai agenda organisasi.
Ia mengajak seluruh jajaran Perempuan Bangsa untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan serta masyarakat.
“Kita bersama-sama mengemban amanah ini dengan penuh dedikasi dan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi perempuan-perempuan Papua masa kini serta masyarakat secara luas,” katanya.»
Yuliana menegaskan, Perempuan Bangsa harus menjadi ruang perjuangan bersama untuk mendorong perempuan Papua dan perempuan Indonesia agar semakin mandiri, bermartabat, kreatif, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan era digital.
Dorong Perempuan Papua Masuk Ruang Ekonomi dan Politik
Pembentukan Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika juga diharapkan membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan Papua untuk mengambil peran dalam berbagai bidang.
Perempuan Papua memiliki kekuatan sosial dan budaya yang besar. Peran tersebut tidak hanya terlihat dalam kehidupan keluarga, tetapi juga dalam dunia usaha, pendidikan, pelayanan sosial, komunitas hingga politik.
Karena itu, Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika diharapkan menjadi wadah yang mampu mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring, mengembangkan usaha dan saling menguatkan.
Perempuan yang bergerak di bidang ekonomi dapat menjadi penggerak UMKM. Mereka yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan dapat berkontribusi dalam pengembangan generasi muda. Sementara perempuan yang memiliki kepedulian sosial dapat menjadi motor pelayanan masyarakat.
Di sisi lain, perempuan yang memiliki kapasitas dan ketertarikan di bidang politik juga didorong untuk mengambil bagian dalam proses pengambilan kebijakan.
Dengan demikian, keberadaan Perempuan Bangsa tidak sekadar berbicara tentang struktur organisasi, tetapi bagaimana organisasi tersebut mampu melahirkan gerakan nyata yang berdampak bagi perempuan dan masyarakat.
Dari Mimika untuk Papua Tengah
Kepengurusan Perempuan Bangsa Kabupaten Mimika periode 2026–2031 diharapkan nantinya mampu melahirkan program-program yang menjawab kebutuhan perempuan dan masyarakat.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pengembangan UMKM, digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas perempuan, perlindungan perempuan dan anak, pelayanan sosial, serta peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan dan politik.
Pembentukan pengurus ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun energi baru gerakan perempuan di Mimika.
Pesan yang ingin dibangun pun jelas: perempuan bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari kekuatan yang merancang, menjalankan, dan mengawal pembangunan.
Dari Mimika untuk Papua Tengah. Dari perempuan untuk keluarga. Dari perempuan untuk masyarakat.
Perempuan Bangsa: Bergerak Bersama, Berdaya Bersama.
Penulis: MR
Editor : Bruce Elang








































Komentar via Facebook