Permadi Arya alias Abu Janda Diusir dari Talkshow Televisi, Debat Memanas dengan Feri Amsari

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 12 Maret 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Permadi Arya alias Abu Janda Diusir dari Talkshow Televisi, Debat Memanas dengan Feri Amsari

Jakarta, TribunNusantara.web.id | Pegiat media sosial Permadi Arya, yang dikenal dengan nama Abu Janda, menjadi sorotan publik setelah terlibat perdebatan panas dalam sebuah acara dialog yang disiarkan langsung oleh iNews TV, Rabu malam, 10 Maret 2026. Dalam program tersebut, Permadi akhirnya diminta meninggalkan studio oleh pembawa acara Aiman Witjaksono setelah situasi diskusi memanas.

Dialog tersebut membahas konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Permadi hadir sebagai narasumber dalam kapasitasnya sebagai pegiat media sosial yang kerap mengomentari isu politik dan internasional.

Sejak awal diskusi, perdebatan antara Permadi dan sejumlah narasumber berlangsung sengit. Situasi semakin memanas ketika pakar hukum tata negara Feri Amsari menyampaikan pandangan mengenai hubungan historis antara Indonesia dan Palestina.

Menurut Feri, Indonesia memiliki utang moral terhadap bangsa Palestina karena dukungan politik yang diberikan terhadap pengakuan kemerdekaan Indonesia pada masa awal berdirinya republik. Namun, pernyataan itu langsung dipotong oleh Permadi.

“Tidak ada utang kepada bangsa Palestina. Utang apa? Jangan mengada-ada,” kata Permadi dalam siaran tersebut.

Perdebatan kemudian berlangsung semakin tegang. Feri menilai sikap Permadi tidak mencerminkan etika diskusi di ruang publik dan menyatakan bahwa seharusnya Permadi dikeluarkan dari forum dialog.

Permadi kemudian berdiri dari kursinya dan mendekati posisi Feri sambil menyatakan kesediaannya untuk meninggalkan forum. “Tidak perlu Anda mengusir. Saya dengan senang hati pergi,” ujarnya.

Pertukaran kata-kata keras pun sempat terjadi antara keduanya sebelum pembawa acara turun tangan. Aiman Witjaksono kemudian memperingatkan Permadi agar menjaga ketertiban selama siaran langsung berlangsung.

“Tidak boleh seperti itu. Saya peringatkan Anda, jika tidak dapat tertib, silakan keluar,” kata Aiman dengan nada tegas.

Setelah peringatan tersebut, Permadi akhirnya meninggalkan ruang dialog.

Asal-usul Nama Abu Janda

Permadi Arya memiliki nama asli Heddy Setya Permadi. Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.

Nama panggung “Abu Janda” mulai digunakannya pada Desember 2014. Dalam sebuah wawancara siniar, Permadi menyebut nama tersebut sebagai bentuk parodi terhadap tokoh propaganda kelompok ISIS, yakni Abu Jandal Al Indonesi. Ia memelesetkan nama tersebut menjadi “Abu Janda Al-Bollyiwoodi” sebagai bentuk satire untuk melawan radikalisme melalui humor.

Latar Pendidikan dan Karier

Permadi menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School, Singapura, pada 1997. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Wolverhampton, Inggris, dan meraih gelar sarjana di bidang Business and Finance pada 1999.

Sebelum aktif sebagai pegiat media sosial, Permadi pernah bekerja di berbagai sektor, antara lain perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga industri pertambangan batu bara.

Namanya kemudian dikenal luas setelah aktif mengomentari isu politik dan sosial melalui media sosial.

Aktivitas Politik

Dalam beberapa tahun terakhir, Permadi juga terlibat dalam aktivitas relawan politik. Pada pemilihan presiden 2019, ia menjadi bagian dari tim relawan yang mendukung Joko Widodo.

Sementara pada pemilihan presiden 2024, Permadi menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto. Ia bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh relawan lainnya.

Permadi juga aktif di media sosial, khususnya Instagram melalui akun @permadiaktivis2 yang memiliki ratusan ribu pengikut. Dalam keterangan bio akunnya, ia menuliskan dirinya sebagai “Menteri Agama (unofficial)” serta peneliti sejarah Israel–Palestina.

Bantahan Isu Komisaris BUMN

Nama Permadi sempat menjadi perbincangan pada April 2025 setelah beredar poster di media sosial yang menyebut dirinya diangkat sebagai komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO).

Namun informasi tersebut dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Juru bicara kementerian menyatakan tidak ada pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris perusahaan tersebut.

“Kabar itu tidak benar. Tidak ada pengangkatan atas nama Permadi Arya sebagai komisaris JMTO,” ujar juru bicara kementerian saat itu.

Peristiwa perdebatan di acara televisi tersebut kembali menempatkan Permadi Arya dalam sorotan publik, terutama terkait gaya komunikasinya yang kerap memicu kontroversi di ruang publik.