PERSEKUTUAN PEMUDA OIKUMENE MIMIKA: MENYATUKAN DENOMINASI, MENGGERAKKAN PELAYANAN, DAN MENJAWAB KEBUTUHAN GEREJA
Tribun-nusantara.web.id.
Bukan Sekedar Bersekutu dalam Ibadah, Kini Pemuda Oikumene Mimika Bergerak Nyata Membantu Gereja-Gereja yang Membutuhkan.
MIMIKA, PAPUA TENGAH — Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika terus menunjukkan komitmennya sebagai wadah pemersatu pemuda dan pemudi Kristen dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Mimika.
Organisasi kepemudaan lintas denominasi ini telah hadir sejak tahun 2000 dan terus menjadi ruang persatuan bagi generasi muda gereja untuk bertumbuh bersama dalam iman, pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
Dalam perjalanan organisasi tersebut, Ishak Samuel Aurai dipercaya sebagai Ketua dan Aldi S. Jalmaf sebagai Sekretaris Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika. Keduanya terpilih pada 11 November 2024 untuk memimpin dan melanjutkan semangat pelayanan lintas denominasi di Kabupaten Mimika.
-BERAWAL DARI IBADAH, BERTUMBUH MENJADI GERAKAN KEPEDULIAN
Pada awal kepengurusan dan pelaksanaan program kerja tahun 2025, Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika memulai pelayanan melalui kegiatan-kegiatan ibadah.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menjangkau, menyatukan, dan membangun hubungan persaudaraan di antara pemuda dan pemudi dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kabupaten Mimika.
Mulai dari GPI,GKI, GBI, GPDI, Kingmi, GKO, hingga berbagai denominasi gereja lainnya, Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika hadir dengan semangat bahwa perbedaan denominasi bukanlah penghalang untuk bersatu dalam pelayanan.
Namun, perjalanan pelayanan tidak berhenti hanya di dalam gedung gereja.
Memasuki tahun 2026, Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika mulai memperluas fokus pelayanan melalui berbagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan gereja-gereja di Kabupaten Mimika.
-PEMUDA OIKUMENE HADIR MENJAWAB KEBUTUHAN GEREJA
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Kesbangpol, dalam upaya mendukung kebutuhan fisik gereja-gereja yang membutuhkan perhatian.
Fokus pelayanan yang mulai dikembangkan meliputi:
Bantuan rehabilitasi bangunan gereja;
Dukungan kebutuhan audio visual, seperti pengeras suara dan mikrofon;
Bantuan bagi pembangunan gedung gereja yang masih dalam proses pembangunan;
Dukungan bahan bangunan bagi gereja-gereja yang mengalami kekurangan material;
Serta berbagai bentuk bantuan lain sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.
Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika menyadari bahwa mereka tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan gereja secara keseluruhan.
Namun, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk berhenti melayani.
Dengan kemampuan yang ada, para pemuda memilih untuk tetap hadir dan mengambil bagian.
Mungkin tidak 100 persen, tetapi semangat untuk membantu tetap 100 persen.
-GEREJA-GEREJA YANG TELAH DAN SEDANG DIBANTU
Sebagai bentuk nyata dari gerakan kepedulian tersebut, Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika telah dan sedang menyalurkan bantuan kepada sejumlah gereja, di antaranya:
1. Bakal Jemaat Diaspora
Jemaat yang baru dibangun oleh Jemaat GPI Torsina Kabupaten Mimika.
2. GPDI Olly Spirit
3. GKI Rehobot
Saat ini masih dalam proses penyaluran bantuan dan direncanakan untuk segera dikerjakan dalam waktu dekat.
Gerakan ini diharapkan terus berkembang dan menjangkau lebih banyak gereja yang membutuhkan bantuan di berbagai wilayah Kabupaten Mimika.
-SENIOR DAN PARA PENDIRI MENJADI KEKUATAN PERJALANAN OIKUMENE
Dalam perjalanan pelayanan selama kurang lebih dua tahun terakhir, Ketua dan Sekretaris Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika mengaku sangat bersyukur karena masih mendapat dukungan dari para pendiri, senior, dan sesepuh organisasi.
Mereka yang terus memberikan perhatian, dukungan, arahan, dan semangat kepada generasi penerus antara lain:
Cristian Siahaya
Apres Noya
Angki Tasidjawa
Obet Marani
Melly Edoway
Jimi Rumainum
Kehadiran para senior tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi generasi muda dalam melanjutkan perjalanan Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika.
Bagi kepengurusan saat ini, organisasi bukan hanya tentang jabatan dan struktur.
Lebih dari itu, Persekutuan Pemuda Oikumene adalah ruang belajar antargenerasi, tempat para pemuda menerima pengalaman, arahan, dan nilai-nilai pelayanan dari para senior dan sesepuh yang telah lebih dahulu membangun fondasi organisasi.
-AJAKAN UNTUK SELURUH PEMUDA DAN PEMUDI MIMIKA
Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika berharap aksi nyata yang dilakukan saat ini dapat menjadi inspirasi sekaligus menggerakkan hati pemuda dan pemudi dari berbagai gereja untuk ikut mengambil bagian.
Pemuda tidak hanya diharapkan aktif di lingkungan gerejanya masing-masing, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap gereja dan sesama di luar lingkungan mereka sendiri.
Semangat Oikumene harus menjadi jembatan untuk melihat bahwa ketika satu gereja membutuhkan pertolongan, maka gereja-gereja lain dan seluruh pemuda Kristen dapat hadir untuk saling membantu.
Sebab, pelayanan tidak mengenal batas denominasi.
Pelayanan adalah tentang kepedulian.
Pelayanan adalah tentang persaudaraan.
Dan pelayanan adalah tentang keberanian untuk hadir ketika orang lain membutuhkan bantuan.
“JANGAN HANYA BERKUMPUL, TETAPI BERGERAK”
Persekutuan Pemuda Oikumene Kabupaten Mimika ingin membangun sebuah gerakan baru di kalangan generasi muda.
Gerakan yang tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
Tidak hanya berhenti pada ibadah.
Tetapi bergerak keluar, melihat kebutuhan masyarakat dan gereja, lalu mengambil bagian untuk memberikan solusi.
Dengan persatuan, kerja sama, dan semangat pelayanan, Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika percaya bahwa generasi muda memiliki kekuatan besar untuk membawa perubahan.
Ketua Persekutuan Pemuda Oikumene Mimika, Ishak Samuel Aurai, bersama Sekretaris Aldi S. Jalmaf, mengajak seluruh pemuda dan pemudi dari berbagai denominasi gereja untuk bergandengan tangan dan membangun gerakan pelayanan yang lebih luas di Kabupaten Mimika.
Karena gereja bukan hanya membutuhkan generasi muda yang hadir di dalam gedung.
Gereja membutuhkan generasi muda yang siap turun tangan.
Generasi muda yang siap melayani.
Generasi muda yang siap bersaksi melalui tindakan nyata.
“JADILAH PEMUDA YANG BERSEKUTU, MELAYANI, DAN BERSAKSI.”(TRI PANGGILAN GEREJA)
Perbedaan denominasi tidak boleh memisahkan. Persatuan dalam Kristus harus menjadi kekuatan untuk melayani sesama.
-PERSEKUTUAN PEMUDA OIKUMENE KABUPATEN MIMIKA
BERSATU DALAM IMAN — BERGERAK DALAM PELAYANAN — MENJADI BERKAT BAGI SESAMA
Penulis :M.G.FAKAUBUN
Editor:HALIMA REHATTA








































Komentar via Facebook