Perselisihan Keluarga Berujung Pembacokan di Pasar Baru Mimika, Warga Panik di Tengah Aktivitas Pasar

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 29 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Perselisihan Keluarga Berujung Pembacokan di Pasar Baru Mimika, Warga Panik di Tengah Aktivitas Pasar

Perselisihan Keluarga Berujung Pembacokan di Pasar Baru Mimika, Warga Panik di Tengah Aktivitas Pasar

Mimika, Tribunnusantara-web.id Konflik internal keluarga kembali berujung pada aksi kekerasan di ruang publik. Insiden pembacokan terjadi di kawasan Pasar Baru Mimika sekitar pukul 13.00 WIT, yang diduga dipicu oleh perselisihan sepele terkait tanaman dan hewan peliharaan.29/04/2026

Korban diketahui bernama Sepni Manapode Mur (45), seorang perempuan, sementara terduga pelaku adalah Gabriel (35) yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Peristiwa bermula dari cekcok dalam lingkungan keluarga yang disebut-sebut dipicu persoalan tanaman yang diduga diambil serta emosi pelaku yang tidak terkendali.              

Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi ketegangan yang terbawa hingga ke area Pasar Baru Mimika.

Situasi memburuk ketika pelaku diduga mendatangi lokasi pasar dan kembali terlibat adu mulut dengan korban serta anggota keluarga lainnya. Dalam kondisi yang semakin tidak terkendali, pelaku diduga mengeluarkan senjata tajam jenis parang dan melakukan penyerangan.

Korban yang berada di lokasi sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke area pedagang sayur dan rempah-rempah. Namun, dalam kepanikan tersebut, korban tetap mengalami luka akibat serangan.

Kejadian berlangsung cepat dan membuat aktivitas pasar mendadak panik. Sejumlah pedagang dan pengunjung pasar berhamburan, sementara warga sekitar berupaya melerai serta mengamankan situasi agar tidak terjadi eskalasi lebih lanjut.

Saksi mata menyebutkan, insiden ini bukan hanya mengejutkan, tetapi juga memperlihatkan betapa konflik personal dalam keluarga dapat berubah menjadi ancaman nyata ketika emosi tidak terkendali.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap, kondisi korban, maupun status hukum terduga pelaku. Aparat diperkirakan masih melakukan pendalaman dan pengumpulan keterangan di lapangan.

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengendalian konflik di tingkat keluarga, yang jika tidak diselesaikan secara bijak, berpotensi meluas dan membahayakan keselamatan di ruang publik.

"JF"