Pesan Bupati Dibacakan Wakilnya: Pemuda Letvuan Diminta Tak Sekadar Hadir, Tapi Melahirkan Karya Nyata
Langgur, TribunNusantara.web.id | Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menaruh harapan besar pada generasi muda Ohoi Letvuan sebagai kekuatan strategis perubahan sosial. Pemuda tidak lagi cukup hanya hadir dalam struktur organisasi, tetapi dituntut melahirkan karya nyata yang berdampak bagi kemajuan ohoi dan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Maluku Tenggara, C. Vially Rahantoknam, pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Forum Generasi Muda Letvuan (FORGENLET) Periode 2026–2029, Selasa (7/1/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa organisasi kepemudaan tidak boleh berhenti pada seremoni pelantikan atau sekadar pengisian struktur kepengurusan. FORGENLET diharapkan tampil sebagai motor penggerak yang mampu menghimpun potensi, kreativitas, dan idealisme pemuda untuk mendorong kemajuan Ohoi Letvuan secara berkelanjutan.
“Jabatan organisasi bukan simbol prestise, melainkan amanah pengabdian,” tegas Bupati dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati di hadapan jajaran DPRD, pimpinan OPD, pemerintah ohoi, tokoh adat, tokoh agama, serta unsur organisasi kepemudaan.
Tema FORGENLET, “Berkarya, Berani Menginspirasi, Membangun Pemuda Ohoi yang Mandiri dan Berdaya Saing”, dinilai selaras dengan tantangan zaman. Pemuda, menurut Bupati, harus melampaui peran simbolik dan hadir sebagai pelaku perubahan yang mampu menciptakan solusi, karya produktif, dan inspirasi sosial di tengah masyarakat.
Bupati juga menyoroti besarnya potensi pemuda Letvuan, baik dari sisi kualitas sumber daya manusia, kreativitas, maupun kekayaan nilai dan kearifan lokal Kei. Namun, potensi tersebut hanya akan bermakna jika dikelola dalam wadah organisasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
“FORGENLET diharapkan menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, penguatan karakter, serta pengembangan kapasitas pemuda secara berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati saat membacakan pesan Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mendorong FORGENLET agar aktif menginisiasi program pemberdayaan pemuda, pengembangan usaha kreatif, pelestarian budaya Kei, serta pemanfaatan teknologi secara bijak dan produktif. Kemandirian dan daya saing pemuda disebut sebagai kunci dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang bergerak semakin cepat.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Bupati, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi kepemudaan. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah ohoi, tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun ohoi yang maju, mandiri, dan sejahtera tanpa kehilangan jati diri budaya Kei.
Menutup sambutannya, Bupati melalui Wakil Bupati mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan, kejujuran, dan kesediaan untuk melayani. Pengurus FORGENLET periode 2026–2029 diharapkan mampu menjaga persatuan, merawat semangat gotong royong, serta berani bermimpi besar dengan kerja keras dan kerendahan hati.
Pelantikan FORGENLET periode 2026–2029 itu menjadi penanda harapan baru: dari Ohoi Letvuan, pemuda diharapkan tampil sebagai agen perubahan—membawa karya, inspirasi, dan masa depan bagi Maluku Tenggara.








































Komentar via Facebook