PESTA BABI” Hadir sebagai Ruang Diskusi Kritis soal PSN di Papua Selatan

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 15 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PESTA BABI” Hadir sebagai Ruang Diskusi Kritis soal PSN di Papua Selatan

“PESTA BABI” Hadir sebagai Ruang Diskusi Kritis soal PSN di Papua Selatan

TUAL, Tribunnusantara-web.id Film dokumenter bertajuk “PESTA BABI” akan diputar dalam agenda nonton bareng (nobar) yang digelar sebagai ruang diskusi publik untuk membedah berbagai persoalan di balik pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.

Meski terdengar kontroversial, panitia menegaskan bahwa “PESTA BABI” hanyalah sebuah judul film yang memiliki simbol dan makna tersendiri. Pesan utama film tersebut baru dapat dipahami secara utuh apabila penonton mengikuti seluruh alur cerita hingga selesai.15/05/2026.

Film ini mencoba menampilkan sisi lain dari proyek-proyek pembangunan dan program strategis pemerintah di Papua Selatan. Melalui pendekatan visual dan narasi sosial, film tersebut mengangkat pertanyaan mendasar mengenai arah pembangunan yang sedang dijalankan negara di Tanah Papua.

Apakah program-program besar tersebut benar-benar bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan warga lokal? Ataukah justru lebih menguntungkan kelompok tertentu di tengah derasnya arus investasi dan eksploitasi sumber daya?

Penyelenggara nobar menyebut kegiatan ini bukan ruang provokasi, melainkan ruang percakapan bersama agar masyarakat dapat melihat persoalan secara lebih luas, kritis, dan terbuka.

“Film ini mengajak publik untuk berpikir dan berdialog. Kita ingin menjaga ruang percakapan tetap hidup di tengah banyaknya persoalan yang terjadi di negeri ini,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Selain menjadi media refleksi sosial, pemutaran film ini juga diharapkan dapat menambah khazanah pengetahuan masyarakat terkait dinamika pembangunan di Papua, khususnya dampak sosial yang dirasakan masyarakat di akar rumput.

Warga Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pun diajak hadir dan menyaksikan langsung pemutaran film tersebut sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran publik melalui ruang budaya dan diskusi alternatif.

“Datang, menonton, lalu menilai sendiri,” demikian ajakan yang disampaikan panitia kepada masyarakat.

#MariNobar

#JagaRuangPercakapan

#TersinggungTerlibat

#RahanIlmu

#GepKei

#KOMA

#SongkoMiring

#InsyaAllahBerkah

"Pemburu Korup"