PIET RAFRA: Masyarakat Menunggu Bukti, Bukan Sekedar Janji Penegakan Hukum.
PIET RAFRA: Masyarakat Menunggu Bukti, Bukan Sekedar Janji Penegakan Hukum.
TIMIKA Tribunnusantara-web-id – Tokoh masyarakat Kei di Mimika, Piet Rafra, menyampaikan harapan sekaligus desakan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mimika Dr. I Putu Eka Suryantha, S.H., M.H. dan Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., Tr.Mil. agar menunjukkan komitmen nyata dalam menegakkan supremasi hukum dengan mengusut tuntas setiap dugaan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu.
Menurut Piet Rafra, kehadiran kedua pimpinan aparat penegak hukum tersebut menjadi secercah harapan baru bagi masyarakat Mimika yang selama ini mendambakan penegakan hukum yang tegas, adil, dan bebas dari intervensi.09/07/2026
"Saya berharap Kajari dan Kapolres Mimika berani membuka serta menuntaskan berbagai dugaan kasus yang selama ini menjadi perhatian publik. Jangan ada tebang pilih. Siapa pun yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum, baik dari unsur pemerintah maupun swasta, harus diperiksa sesuai aturan yang berlaku," tegas Piet Rafra.
Ia menyoroti besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang mencapai triliunan rupiah. Menurutnya, masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana manfaat anggaran tersebut dapat dirasakan melalui pembangunan yang nyata.
"Publik melihat anggaran daerah sangat besar, tetapi masyarakat masih mempertanyakan realisasi pembangunan. Jika terdapat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah, maka aparat penegak hukum harus mengusutnya secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah," ujarnya.
Piet Rafra juga menilai aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang berkeadilan.
"Negara telah memberikan amanah kepada Kajari dan Kapolres Mimika untuk menegakkan hukum. Karena itu, jangan ada rasa takut atau keberpihakan dalam menangani perkara yang menyangkut kepentingan publik. Masyarakat ingin melihat hukum benar-benar berdiri di atas semua golongan," katanya.
Ia optimistis, apabila berbagai dugaan kasus yang menjadi perhatian publik dapat ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan dan Polri akan semakin meningkat.
"Keberanian menegakkan hukum secara objektif akan menjadi bukti bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Itu bukan hanya akan mengangkat nama institusi, tetapi juga menjadi catatan baik dalam perjalanan pengabdian kedua pimpinan aparat penegak hukum tersebut," tutur Piet Rafra.
Menutup pernyataannya, Piet Rafra menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan aspirasi masyarakat Mimika yang menginginkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
"Saya hanya menyampaikan suara masyarakat yang menginginkan penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih. Semoga harapan ini mendapat respons positif demi terwujudnya Mimika yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Amole Nimao Witimi. Saipa," tutup Piet Rafra.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook