Pilar Ambon Putra Guncang Mimika, Budaya Maluku Curi Perhatian di HUT RI ke-81
Pilar Ambon Putra Guncang Mimika, Budaya Maluku Curi Perhatian di HUT RI ke-81
TIMIKA,Papua Tengah Tribunnusantara-web.id — Semangat kebangsaan dan kekuatan budaya Maluku tampil mencolok dalam Gerak Jalan Kreasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika.08/08/2028
Pilar Ambon Putra hadir bukan sekadar sebagai peserta. Dengan barisan yang solid, formasi kreatif, serta sentuhan seni tradisional Maluku, mereka sukses menarik perhatian masyarakat sepanjang rute Jalan Cenderawasih, Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Pendidikan.
Penampilan tersebut semakin hidup dengan atraksi tarian khas Ambon, termasuk Tari Baris Empang. Kekompakan gerakan dan energi para peserta membuat warga yang berada di sepanjang jalan memberikan sorakan dan tepuk tangan hingga barisan mencapai garis akhir.
BUDAYA MALUKU TAMPIL, KEBERAGAMAN MAKIN KUAT
Penampilan Pilar Ambon Putra membawa pesan lebih besar dari sekadar perlombaan. Di tanah Mimika, identitas budaya Maluku justru tampil sebagai bagian dari kekuatan keberagaman Indonesia.
Maluku membawa budaya, Papua menjadi ruang persaudaraan, dan Indonesia menjadi rumah bersama.
Di tengah keberagaman masyarakat Mimika, kehadiran Pilar Ambon Putra memperlihatkan bahwa budaya daerah tidak harus menjadi sekat. Sebaliknya, budaya dapat menjadi jembatan yang memperkuat persatuan dan persaudaraan.
EDO PARERA BAKAR SEMANGAT BARISAN
Kekompakan peserta tidak terlepas dari peran Edo Parera sebagai komandan barisan. Dengan aba-aba tegas dan penuh energi, Edo terus menjaga semangat, disiplin, serta konsentrasi peserta hingga mencapai garis akhir.
Kepemimpinan di barisan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penampilan Pilar Ambon Putra terlihat kompak dan atraktif.
“BERAT SAMA DIPIKUL, RINGAN SAMA DIJINJING”
Ketua Kerukunan Pilar Kota Ambon, Willem Pupella, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang memberikan dukungan.
Ia menegaskan pentingnya semangat kebersamaan melalui falsafah:
“Hiti-hiti hala-hala, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”
Menurutnya, falsafah tersebut mencerminkan semangat gotong royong, persatuan, dan kepedulian yang harus terus dipelihara di tengah keberagaman masyarakat.
Bagi keluarga besar Pilar Ambon, keterlibatan dalam Gerak Jalan Kreasi bukan semata-mata mengejar hasil perlombaan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Maluku kepada masyarakat Mimika.
APRESIASI UNTUK SELURUH RUKUN KAMPUNG
Keluarga besar Pilar Ambon juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh rukun dan masyarakat yang telah memberikan dukungan, khususnya Rukun Paso, Hatalai, Alang, Hatu, Tulehu, Liang, Hitu, dan Hutumuri, serta seluruh rukun kampung lainnya.
Dukungan tenaga, waktu, perhatian, dan kebersamaan menjadi kekuatan bagi putra-putri Pilar Ambon untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dengan tertib dan aman.
DARI MALUKU, UNTUK INDONESIA
Gerak Jalan Kreasi HUT ke-81 RI di Mimika kembali menegaskan satu hal: Indonesia kuat karena keberagamannya.
Pilar Ambon Putra membawa warna Maluku. Papua menjadi tanah tempat berbagai identitas budaya bertemu. Semuanya berpadu dalam satu semangat kebangsaan.
Gerak jalan akhirnya bukan hanya soal siapa yang lebih cepat sampai di garis akhir. Ini tentang kekompakan, disiplin, kreativitas, identitas budaya, persaudaraan, dan kecintaan terhadap Indonesia.
Dari Ambon ke Mimika.
Dari Maluku untuk Papua.
Dari Papua untuk Indonesia.
Berbeda budaya, satu Indonesia. Berbeda daerah, satu persaudaraan.
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.
Penulis: Gunawan F
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook