Pimpinan PT Mutiara LIK Buka Suara soal Kematian Veronica, Bantah Isu Kekerasan dan Suap Rp10 Juta
Langgur, Tribunnusantara-web.id Pimpinan PT Mutiara LIK, Erick, akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya salah satu karyawatinya, Veronica. Ia membantah tegas kabar yang menyebut korban mengalami kekerasan di lingkungan perusahaan.
Erick menyampaikan klarifikasinya saat ditemui wartawan di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Tenggara, Selasa (24/2/2026).
“Tidak ada kekerasan sama sekali. Kami sudah tanya teman sekamar dan karyawan lain, tidak ada memar atau tanda penganiayaan,” tegas Erick.
Kronologi Versi Perusahaan
Menurut Erick, peristiwa bermula saat para karyawan pulang ke daratan Debut pada Sabtu. Veronica disebut tidak ikut kembali ke lokasi kerja pada Minggu sesuai jadwal penjemputan.
Ia baru kembali pada Selasa sore menggunakan speed boat perusahaan untuk pengangkutan bahan kebutuhan kerja. Saat itu, kata Erick, kondisi korban terlihat normal.
Namun pada Rabu, Veronica tidak masuk kerja karena mengaku sakit. Manajemen menganggap hal itu sebagai izin biasa.
Kamis dini hari sekitar pukul 05.00 WIT, pimpinan lapangan melaporkan bahwa korban dalam kondisi sakit keras. Karyawan panik dan segera meminta izin menggunakan speed untuk membawa korban ke daratan.
“Kami langsung setujui. Saya juga telepon sopir untuk siapkan mobil dari Langgur ke Debut supaya langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun dan sempat mendapat penanganan medis. Erick mengaku baru mengetahui kabar duka tersebut pada Jumat pagi pukul 06,30 wit.
(Evav)








































Komentar via Facebook