PINGPONG GOES TO SCHOOL RESMI DIGELAR DI TUAL, PTMSI MALUKU BIDIK BIBIT JUARA DARI SEKOLAH
PINGPONG GOES TO SCHOOL RESMI DIGELAR DI TUAL, PTMSI MALUKU BIDIK BIBIT JUARA DARI SEKOLAH
TUAL Tribunnusantara-web.id — Pengembangan olahraga tenis meja di Kota Tual memasuki babak baru. Program “Pingpong Goes to School” diluncurkan sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan olahraga tenis meja secara lebih luas kepada satuan pendidikan sekaligus mendorong lahirnya bibit-bibit atlet berprestasi sejak usia sekolah.Tual 30/8/26
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tual tersebut mendapat perhatian serius dari Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Maluku. Kehadiran jajaran pengurus provinsi menjadi bentuk komitmen untuk membawa olahraga tenis meja semakin dekat dengan dunia pendidikan.
Ketua Umum PTMSI Provinsi Maluku, Hong Arta John Alfret, bersama Ketua Harian serta sejumlah Wakil Ketua dan pengurus lainnya tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT.
Rombongan kemudian dijemput langsung oleh Ketua PTMSI Kota Tual, Noval Alkatiri dan Sekretaris PTMSI Kabupaten Maluku Tenggara, Buddy Victor Tjoanda serta jajaran pengurus PTMSI.
Program Pingpong Goes to School tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga seremonial. Program ini diarahkan untuk membuka ruang pembinaan yang lebih luas bagi siswa mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Ketua Harian PTMSI Provinsi Maluku, Dr. Musriadin Labahawa, menegaskan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat paling strategis untuk menemukan sekaligus membina calon atlet tenis meja masa depan.
Menurutnya, semakin dini olahraga diperkenalkan kepada siswa, semakin besar pula peluang untuk menemukan talenta yang kemudian dapat dibina secara berkelanjutan hingga tingkat daerah, nasional bahkan internasional.
“Kegiatan Pingpong Goes to School ini sangat penting karena kita ingin meningkatkan minat sekaligus menggali bakat-bakat siswa. Potensi itu bisa muncul dari SD, SMP, SMA bahkan perguruan tinggi,” ujar Musriadin.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga tidak cukup hanya dilakukan ketika akan menghadapi pertandingan. Diperlukan proses panjang yang dimulai dari pengenalan olahraga, pembibitan, latihan terarah, kompetisi, hingga pembinaan prestasi.
Karena itu, program tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi PTMSI untuk membangun ekosistem tenis meja yang lebih kuat di Kota Tual dan wilayah Maluku secara umum.
“Kita ingin tenis meja tumbuh dari sekolah. Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk mengenal, mencoba dan mengembangkan kemampuan mereka. Dari proses itulah nantinya kita bisa menemukan atlet-atlet potensial,” jelasnya.
Musriadin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat penting karena pengembangan olahraga membutuhkan sinergi antara organisasi olahraga, pemerintah, sekolah, orang tua, pelatih, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tual atas dukungan terhadap kegiatan ini. Dukungan pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun olahraga dan meningkatkan prestasi generasi muda,” katanya.
Pelaksanaan Pingpong Goes to School di Kota Tual diharapkan tidak berhenti pada kegiatan launching semata. PTMSI Maluku didorong memastikan program tersebut berlanjut menjadi agenda pembinaan yang terukur dan berkesinambungan.
Sebab, target terbesar dari program ini bukan hanya membuat siswa mengenal tenis meja, tetapi menciptakan jalur pembinaan atlet sejak bangku sekolah sehingga Kota Tual dan Maluku memiliki regenerasi atlet yang kuat.
Dengan masuknya tenis meja ke lingkungan sekolah, olahraga tersebut diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai aktivitas rekreasi, tetapi menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu mengantarkan generasi muda Maluku menuju prestasi yang lebih tinggi.
Editor: Bruce Elang








































Komentar via Facebook