PKB Maluku Tenggara Pasang Target 2029: Antara Ambisi Menang dan Ujian Konsolidasi

Avatar photo

Tribun Nusantara

, 11 April 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PKB Maluku Tenggara Pasang Target 2029: Antara Ambisi Menang dan Ujian Konsolidasi

Langgur, TribunNusantara.web.id |  Musyawarah Cabang (Muscab) VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Maluku Tenggara tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum itu menjelma panggung konsolidasi sekaligus deklarasi ambisi: menang pada Pemilu 2029.

Seruan itu disampaikan terbuka oleh perwakilan DPW PKB Maluku, Abdul Manan Rahawarin. Di hadapan kader dan pengurus cabang, ia meminta soliditas total jika partai ingin keluar sebagai pemenang dalam kontestasi lima tahunan mendatang.

“Kalau 2029 kita mau menang, maka kita harus berjuang bersama-sama,” ujarnya. Kalimat berikutnya lebih emosional. “Tolonglah kasih kami kemenangan satu kali saja di negeri ini.”

Pernyataan itu disambut tepuk tangan peserta Muscab. Namun di balik retorika tersebut, Manan menekankan empat prasyarat yang menurutnya tak bisa ditawar: struktur partai yang kuat, konsolidasi yang berjalan, doa sebagai fondasi moral, dan kebersamaan kader.

Ia mengingatkan, tanpa penguatan pada empat aspek itu, target kemenangan hanya akan menjadi slogan yang lekas pudar. “Kalau ini tidak kuat, maka apa yang kita lakukan hanya akan jadi kenangan,” katanya.

Ketua DPC PKB Maluku Tenggara, Minducri Kudubun, dalam sambutannya menggarisbawahi perlunya kerja politik yang konkret. Menurut dia, dinamika sosial dan tekanan ekonomi global kini terasa hingga daerah. Dalam situasi seperti itu, partai politik tak cukup hanya menyampaikan narasi normatif.

“Berpolitik hari ini tidak cukup dengan narasi kosong tanpa makna. Harus ada tindakan nyata yang berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.

Muscab kali ini juga menjadi ajang evaluasi kepengurusan sekaligus regenerasi. Manan menjelaskan, mekanisme pemilihan ketua DPC kini menggunakan sistem “tim lima” yang ditetapkan Dewan Pimpinan Pusat. Skema tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk memastikan kesinambungan komitmen dari pusat hingga daerah dalam menghadapi 2029.

Para calon ketua nantinya akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di tingkat provinsi dan pusat. Dengan mekanisme itu, partai berharap proses seleksi tak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga kapasitas dan rekam jejak.

Dari sisi pemerintah daerah, Muscab ini mendapat apresiasi. Bupati Maluku Tenggara melalui Penjabat Sekretaris Daerah, Rasyid, menyebut forum tersebut sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan merumuskan arah perjuangan ke depan. Pemerintah daerah, kata dia, berharap PKB tetap menjadi mitra strategis dalam mendorong pembangunan serta menjaga stabilitas politik.

Meski ambisi kemenangan telah dikumandangkan, pekerjaan rumah PKB Maluku Tenggara tak ringan. Konsolidasi internal, penguatan struktur hingga tingkat akar rumput, serta pembuktian kerja nyata di tengah masyarakat akan menjadi ujian sesungguhnya.

Di penghujung forum, satu pesan kembali ditegaskan: perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam organisasi, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Bagi PKB Maluku Tenggara, Pemilu 2029 masih tiga tahun lagi. Namun, pertarungan sesungguhnya, seperti terlihat dalam Muscab kali ini, telah dimulai dari dalam.